Sepanjang Tahun 2017, Nilai Investasi Asing Capai Rp430,5 Triliun

Ilustrasi
Ilustrasi (Net)

EKONOMI, KLIKPOSITIF -- Badan Koordinasi Penanaman Modal ( BKPM ) mencatat realisasi investasi Penanaman Modal Asing (PMA) sepanjang tahun lalu meningkat 8,5 persen. Hal ini membuat PMA tahun lalu mencapai Rp430,5 triliun.

Deputi Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal Azhar Lubis menjelaskan, pencapaian ini sedikit di atas target yang dipatok sebelumnya, yaitu sebesar Rp429 triliun. Artinya, pencapaian PMA terhadap target sebesar 100,3 persen.

baca juga: Setelah Alami Penurunan Beruntun, Harga Emas Batangan Kembali Naik

Tak hanya PMA, realisasi investasi dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) tahun lalu juga melebihi target. Total investasi PMDN mencapai Rp262,3 triliun dari target yang hanya Rp249,8 triliun.

"Realisasi investasi PMDN dan PMA sepanjang tahun lalu tembus hingga Rp692,8 triliun, melampaui target sebesar Rp678,8 triliun," katanya dikutip dari CNN.

baca juga: Energi Panas Bumi di Sumbar Menunggu Sentuhan Investor

Sementara itu, khusus PMDN tercatat naik 21,3 persen dibandingkan dengan 2016 yang sebesar Rp216,2 triliun. Secara keseluruhan, realisasi investasi pada 2017 lalu lebih tinggi 13,1 persen dari tahun sebelumnya yang hanya Rp612,8 triliun.

"Realisasi investasi ini menyerap tenaga kerja Indonesia mencapai 1.176.353 orang yang terdiri dari proyek PMDN sebanyak 409.001 orang dan proyek PMA sebanyak 767.352 orang," papar Azhar.

baca juga: Harga Emas Turun Lagi, Dekati Rp1 Juta Per Gram

Ia merinci, seluruh investasi PMDN dan PMA ini menyebar di beberapa daerah, seperti DKI Jakarta sebesar Rp108,6 triliun, Jawa Barat sebesar Rp107,1 triliun, Jawa Timur sebesar Rp66 triliun, Banten sebesar Rp55,8 triliun, dan Jawa Tengah sebesar Rp51,5 triliun.

"Lalu dari sektor usaha listrik, gas, dan air masih paling besar. Angkanya sebesar Rp82,1 triliun," tuturnya.

baca juga: Pandemi COVID-19, Pemprov Sumbar Fokus Fasilitasi Investasi Telah Berjalan

Selain itu, juga ada sektor pertambangan sebesar Rp79,1 triliun, industri makanan sebesar Rp64,8 triliun, industri logam, mesin, dan elektronik sekitar Rp64,3 triliun, termasuk transportasi, gudang, dan telekomunikasi sebesar Rp59,8 triliun.

Adapun, lima besar negara dari investasi PMA terdiri dari Singapura sebesar 8,4 miliar dolar AS, Jepang 5 miliar dolar AS, Tiongkok 3,4 miliar dolar AS, Hong Kong 2,1 miliar dolar AS, serta Korea Selatan sebesar 2 miliar dolar AS.(*)

Penulis: Ocky Anugrah Mahesa