Indonesia Tempati Peringkat ke 3 Ekspor Sepatu ke AS

Ilustrasi
Ilustrasi (Neighbourlist)

EKONOMI, KLIKPOSITIF -- Atase Perdagangan untuk Washington DC Reza Pahlevi Chairul mengatakan ekspor sepatu Indonesia ke AS masih berpotensi untuk terus tumbuh.

Menurut catatan, Indonesia menempati urutan ke-3 negara asal importasi sepatu ke pasar AS, dengan porsi 4% dari total 2,5 miliar pasang sepatu yang diimpor setiap tahun.

baca juga: Semester I Tahun 2021, PT Semen Padang Catatkan Total Ekspor 1,1 Juta MT

"Masih terdapat potensi peningkatan ekspor produk sepatu Indonesia ke pasar AS. Harga, inovasi, dan desain menjadi faktor kunci pasar sepatu AS," katanya.

Hal itu terungkap saat kunjungan delegasi Kementerian Perdagangan ke pertemuan Asosiasi Distributor dan Peritel Alas Kaki AS (Footwear Distributors and Retailers of America/FDRA).

baca juga: Kembangkan Produk Ekspor Komunitas Melalui Desa Devisa

FDRA mewakili 80% total penjualan sepatu di AS dan beranggotakan lebih dari 130 perusahaan yang memasarkan 250 merek sepatu .

Perusahaan sepatu AS, menurut Reza, melakukan offshore sumber sepatunya ke negara-negara dengan upah buruh yang kompetitif, termasuk ke Indonesia.

baca juga: Memahami Fungsi dan Definisi Dari Kemudahan Impor Tujuan Ekspor

"Melihat peluang tersebut, kami akan terus menjajaki kerja sama dengan FDRA terkait dengan produksi sepatu yang berkualitas melalui desain, pemasaran, dan distribusi di pasar AS," jelasnya.

Dalam pertemuan dengan FDRA ini, kedua pihak membahas berbagai hal mulai dari produk sepatu Indonesia sampai penerapan standar dan persyaratan teknis yang berlaku di AS.

baca juga: Wamen Perdagangan Sebut Sektor Industri Berikan Kontribusi Dominan dalam Ekspor Indonesia

Pembahasan bertujuan untuk menggali informasi yang dapat membantu mengembangkan kualitas produk alas kaki Indonesia, sehingga dapat memenuhi persyaratan ekspor , khususnya ke AS.

FDRA menggambarkan, peraturan untuk mengimpor sepatu anak lebih ketat dari sepatu dewasa terkait kandungan logam berat dan ftalat pada sepatu anak.

Untuk persyaratan ini, Pemerintah AS secara rutin melakukan pengawasan dan penarikan terhadap produk yang tidak memenuhi persyaratan.(*)

Penulis: Ocky Anugrah Mahesa