Jaringan Aplikasi Google Diam-diam Jadi Mesin Pertumbuhan Besar

Google membuat iklan muncul di aplikasi smartphone lebih banyak daripada perusahaan teknologi lainnya
Google membuat iklan muncul di aplikasi smartphone lebih banyak daripada perusahaan teknologi lainnya (Net)

KLIKPOSITIF - Google membuat iklan muncul di aplikasi smartphone lebih banyak daripada perusahaan teknologi lainnya. Itulah inti dari bisnis yang bangkit kembali untuk orang tua Alphabet itu.

Unit jaringan iklan Google mencatat tiga kuartal berturut-turut peningkatan penjualan dua digit dari tahun ke tahun. Bisnis ini mendekati pendapatan tahunan sebesar $ 20 miliar, sehingga menjadikannya penting bagi jajaran top Google karena kelompok perangkat keras, komputasi awan dan grup aplikasinya digabungkan.

baca juga: Ingin Kuasi Industri Mobil Listrik, Huawei Tanam Modal Rp 14,6 triliun

Selama bertahun-tahun, bintang jaringan tersebut adalah Google AdSense, yang mengirimkan iklan ke situs web dengan imbalan potongan pendapatan iklan. Namun saat konsumen beralih dari komputasi desktop ke seluler, momentum beralih ke AdMob, alat pasar massal Google untuk aplikasi pihak ketiga, dan DoubleClick for Publishers, perangkat lunak seluler kelas atas yang lebih tinggi.

Dilansir dari laman reuters, Google telah menarik pengembang aplikasi dari pesaing dengan menurunkan komisi dan menyederhanakan perangkat lunak. Dan semakin memuaskan pemasang iklan dengan format baru yang hot seperti video.

baca juga: Hari Kedua Ramadan, Harga Emas Mulai Naik

Pemerhati iklan, Alex Hewson, yang juga managing partner di M & C Saatchi Mobile, mengatakan bahwa agen pembelian iklan yang berbasis di London telah menggunakan AdMob selama bertahun-tahun, namun baru-baru ini telah menjadi pemasok utama.

"Mereka telah melibatkan pengembang besar dan melakukannya dengan baik," kata Hewson.

baca juga: Insiden Kapal Evergreen di Terusan Suez, Otoritas Minta Ganti Rugi Rp 13 Triliun Lebih

Tapi harganya mahal. Google berkembang dengan memberi pencipta aplikasi dan situs web sebagian besar penjualan iklan. Di kuartal terakhir tahun lalu, porsi Google turun sebesar $ 33 juta dibandingkan dengan periode tahun sebelumnya meskipun pendapatan jaringan secara keseluruhan meningkat $ 559 juta.

Perusahaan merasakan panasnya akibat penurunan saham alfabet hingga 5 persen setelah merugi pada perkiraan bulan ini.

baca juga: Terimbas Data Impor Cina, Minyak Dunia Bergerak Menguat

"Mereka mengejar pertumbuhan top-line dan mengalahkan persaingan dengan kehilangan margin," kata Brian Wieser, seorang analis senior dengan Pivotal Research.

Penulis: Fitria Marlina