Pengamat: Kemampuan Grafika Sebagai Pemasok Minang Mart Diragukan

Pedagang mulai mendaftar sebagai peserta Minang Mart di Aula Bank Indonesia, Kamis, 26 Mei.
Pedagang mulai mendaftar sebagai peserta Minang Mart di Aula Bank Indonesia, Kamis, 26 Mei. (KLIKPOSITIF/Joni Abdul Kasir)

KLIKPOSITIF - Pengamat ekonomi Universitas Andalas Hefrizal Handra mempertanyakan kemampuan PT Grafika sebagai pengelola sekaligus pemasok barang dalam menjalan program Minang Mart.

“Realisasinya nanti akan kita lihat, sebab tujuan Minang Mart ini cukup baik. Namun kekhawatiran kita pada PT Grafika, sebab BUMD ini belum punya pengalaman dalam hal itu. Tentunya butuh orang yang profesional yang ditempatkan dalam perusahaan milik daerah itu untuk mengelola. Kalau ada itu baru oke," kata Hefrizal Handra saat dihubungi KLIKPOSITIF , Kamis, 26 Mei.

baca juga: Pakar: Pemprov Sumbar Perlu Diskusi dengan Ahli Soal Minang Mart

Menurut Hefrizal, PT Grafika harus mampu mendatangkan orang-orang berpengalaman yang bisa membangun jaringan dalam menjalankan Minang Mart ke depanya. PT Grafika harus punya koneksi yang bagus tidak hanya dengan distributor tapi juga dengan perusahaan terkait.

"Saya berpikiran Grafika belum mampu melakukan ini semua. Termasuk melakukan perjanjian dengan pihak toko, warung atau lapau yang tergabung dalam Minang Mart, bahwa mereka dapat mengambil barang murah di tempat lain," katanya.

baca juga: Tiga BUMD Pengelola Minang Mart Diminta Bergerak Cepat Jelang Ramadhan

Menurutnya 1.000 Minang Mart yang digagas Pemprov Sumbar masih tergolong kecil jika dibandingkan dengan jumlah bisnis usaha perdagangan yang ada di Sumbar. Namun program yang dirancang sebagai pengendali inflansi dan menyejahterakan pedagang di Sumbar ini akan mempengaruhi sejumlah distibutor yang sebelumnya telah menjalankan usaha di Sumbar.

“Selain itu harus dilengkapi dengan aturan yang rinci, agar keberadaan Minang Mart ini dapat sejalan dengan rencana sebelumnya. Dapat menyediakan kebutuhan pokok masyarakat dan produk UMKM Sumbar. Minang Mart dapat mempersingkat jalur distribusi sehingga harga pokok lebih murah, harga jual normal, sehingga keuntungan lebih baik lagi,” katanya.

baca juga: Minang Mart Saat Ini Masih Difokuskan di Padang

[Joni Abdul Kasir]

Penulis: Elvia Mawarni