Pengguna Ponsel Meningkat, Indonesia Bisa Jadi Basis Produksi Industri Telekomunikasi

Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto
Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto (Istimewa)

EKONOMI, KLIKPOSITIF -- Kementerian Perindustrian meyakini bahwa Indonesia mampu menjadi menjadi basis produksi bagi pengembangan industri perangkat telekomunikasi kelas dunia.

Hal itu katakan oleh Menteri Perindustrian , Airlangga Hartarto. Menurutnya hal tersebut didukung potensi pasar dalam negeri yang sangat besar serta sejumlah produsen komponen lokal yang cukup kompetitif.

baca juga: Penuhi Kebutuhan Masker N95, Kemenperin dan BNPB Bangun Lab Pengujian

Menurut data, saat ini terdapat 24 perusahaan manufaktur komponen produk ponsel dan tablet di dalam negeri.

Sementara itu, berdasarkan laporan e-Marketer, pengguna aktif smartphone di Indonesia akan tumbuh dari 55 juta orang pada tahun 2015 menjadi 100 juta orang tahun 2018.

baca juga: Nokia 5.4 Diluncurkan di Indonesia, Ini Harga dan Spesifikasinya

Dengan jumlah tersebut, Indonesia akan menjadi negara dengan pengguna aktif smartphone terbesar keempat di dunia setelah China, India, dan Amerika.

Dengan begitu, pemerintah pun bertekad untuk menggenjot keberlanjutan industri telematika di dalam negeri.

baca juga: Tarik Investasi Baru, Kemenperin Benahi Sembilan Hambatan Pelaku Industri

Salah satunya melalui penerbitan Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 29 Tahun 2017 tentang Ketentuan dan Tata Cara Penghitungan Nilai Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) Produk Telepon Seluler , Komputer Genggam, dan Komputer Tablet.

"Dengan bertumbuhnya industri-industri perakit dan pembuat komponen, sekitar 30 perusahaan ponsel dan tablet telah memenuhi TKDN 30 persen," katanya.

baca juga: Bukittinggi Bertekad Jadi Pertama Temukan Formula Wisata di Masa Pandemi

Selain itu menurutnya, pemerintah juga terus meningkatan daya saing produk lokal agar mampu berkompetisi dengan barang-barang impor.(*)

Penulis: Ocky Anugrah Mahesa