Cegah Impor Ilegal, Kemenperin Verifikasi Ulang Data IMEI Ponsel

Ilustrasi
Ilustrasi (Net)

EKONOMI, KLIKPOSITIF -- Kementerian Perindustrian tengah berupaya mencegah dan mengurangi peredaran ponsel yang masuk ke Indonesia secara ilegal sehingga melindungi industri dan konsumen dalam negeri.

Langkah itu dilakukan dengan mengembangkan Device Identification, Registration, and Blocking System (DIRBS) untuk mendeteksi produk ponsel melalui verifikasi International Mobile Equipment Identity (IMEI).

baca juga: Jahe Salah Satu Komoditas Unggulan Ekspor, DPR: Kok Masih di Impor?

"Pada bulan April nanti, data IMEI ini sudah terkonsolidasi. Kami telah bekerja sama dengan Qualcommdan Global System for Mobile Communications Association (GSMA)," kata Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto.

Setelah DIRBS terpasang, Kemenperin katanya akan bersinergi dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika serta Kementerian Perdagangan untuk menyiapkan peraturan-peraturan yang dibutuhkan dalam rangka mengontrol peredaran ponsel ilegal tersebut.

baca juga: Impor Beras Ditunda Hingga Juni, Bulog Pastikan Stok Beras Nasional Aman

Penerapan langkah tersebut seiring dengan mulai meningkatnya angka produksi ponsel dalam negeri yang berdampak pada penurunan impor ponsel.

Baca Juga:  Produksi Ponsel Nasional Tembus 60 Juta Unit Tahun 2017

baca juga: Ombudsman Sebut Ada Potensi Maladministrasi Kebijakan Impor Beras Pemerintah, Minta Tunda Dulu

Dengan peningkatan tersebut menurutnya, Indonesia bisa menjadi basis produksi bagi pengembangan industri perangkat telekomunikasi kelas dunia.

Menurut data, saat ini terdapat 24 perusahaan manufaktur komponen produk ponsel dan tablet di dalam negeri.

baca juga: Penuhi Kebutuhan Masker N95, Kemenperin dan BNPB Bangun Lab Pengujian

Sementara itu, berdasarkan laporan e-Marketer, pengguna aktif smartphone di Indonesia akan tumbuh dari 55 juta orang pada tahun 2015 menjadi 100 juta orang tahun 2018.

Dengan jumlah tersebut, Indonesia akan menjadi negara dengan pengguna aktif smartphone terbesar keempat di dunia setelah China, India, dan Amerika.

Kemudian di sisi lain, guna lebih mendongkrak kinerja sektor ini, faktor terpenting lainnya adalah pengembangan kompetensi sumber daya manusia (SDM).

"Kami berharap kepada para pelaku industri ponsel di dalam negeri berpartisipasi dalam program pendidikan vokasi melalui kemitraan dengan Sekolah Menengah Kejuruan yang ada di sekitar lokasi industri untuk memudahkan penyerapan dan peningkatan kapasistas SDM yang dibutuhkan perusahaan," papar Airlangga kemudian.(*)

Penulis: Ocky Anugrah Mahesa