Kemenperin: Investasi Industri Farmasi Indonesia Naik 35,65 Persen

Ilustrasi produksi obat-obatan
Ilustrasi produksi obat-obatan (Presidentpost)

EKONOMI, KLIKPOSITIF -- Kementerian Perindustrian mencatat, industri farmasi, produk obat kimia dan obat tradisional tumbuh sebesar 6,85 persen dan memberikan kontribusi sebesar 0,48 persen pada tahun 2017.

Demikian juga dengan nilai investasi yang meningkat sebesar 35,65 persen. Pada tahun 2017, penambahan investasi di sektor ini mencapai Rp5,8 triliun.

baca juga: KTM Kembangkan Teknologi Motor Listrik

"Dengan adanya penambahan investasi, terjadi pulapeningkatan jumlah tenaga kerja," kata Menteri Perindustrian , Airlangga Hartarto.

Menurut dia, saat ini industri farmasi Indonesia telah tumbuh pesat dan mampu menyediakan sekitar 70 persen dari kebutuhan obat dalam negeri.

baca juga: Kemenperin Dorong Investasi Baterai Mobil Listrik

Ia menyebutkan, industri farmasi menjadi salah satu subsektor yang diharapkan berkontribusi signifikan untuk mencapai target pertumbuhan industri pengolahan nonmigas tahun 2018 yang telah ditetapkan sebesar 5,67 persen.

" Industri farmasi sudah mampu menyediakan 70 persen dari kebutuhan obat dalam negeri," ungkapnya.

baca juga: Hyundai Kembangkan Teknologi Pendingin Udara Baru

Sementara itu Dirjen Industri Kimia, Tektsil, dan Aneka (IKTA) Achmad Sigit Dwiwahjono mengungkapkan, industri farmasi serta produk obat kimia dan tradisional akan memberikan kontribusi pertumbuhan paling tinggi di sektor IKTA.

Dimana pada tahun 2018, pertumbuhannya diprediksi bakal mencapai 6,38 persen.

baca juga: Piaggio Poles Vespa Primavera dengan Sejumlah Warna Baru

Di sisi lain, Indonesia berpotensi unggul apabila mengembangkan sektor industri farmasi, herbal, dan kosmetika karena memiliki sumber daya alam yang mampu mendukung proses produksinya.

Terlebih lagi, Indonesia akan berkerja sama dengan Singapura dalam penetapan standar dan keamanan pangan termasuk juga produk herbal agar bisa lebih berdaya saing di tingkat global.

Selain itu, didukung pula melalui program yang sedang gencar dilaksanakan oleh Kemenperin , yaitu pendidikan dan pelatihan vokasi berbasis kompetensi untuk menciptakan tenaga kerja yang sesuai kebutuhan dunia industri .

"Apalagi, dengan adanya program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sehingga membuat investasi di sektor ini menarik dan berbagai proyek masih jalan terus," pungkasnya.(*)

Penulis: Ocky Anugrah Mahesa