OJK Hentikan Operasional Perusahaan yang Berdagang Bitcoin

Ilustrasi Bitcoin
Ilustrasi Bitcoin (Financial Tribune)

EKONOMI, KLIKPOSITIF -- Otoritas Jasa Keuangan mengaku telah menghentikan operasional sejumlah perusahaan yang melakukan perdagangan uang virtual atau Bitcoin . Perdagangan tersebut merupakan tindakan yang ilegal.

Sembilan perusahaan tersebut dikabarkan melakukan kegiatan investasi yang menawarkan Bitcoin sebagai produknya. Menurut catatan, ada 9 perusahaan yang melakukan praktek tersebut.

baca juga: Setelah Alami Penurunan Beruntun, Harga Emas Batangan Kembali Naik

Direktur Kebijakan dan Dukungan Penyidikan OJK Tongam Lumban Tobing mengatakan, praktek investasi ilegal tersebut diketahui dari hasil penelusuran Satgas Waspada Investasi .

"Perusahaan itu menawarkan keuntungan satu persen per hari, masyarakat banyak yang terjebak. Itu modusnya," katanya.

baca juga: Energi Panas Bumi di Sumbar Menunggu Sentuhan Investor

Dilansir dari CNN Indonesia, perusahaan tersebut adalah PT Bitconnect Coin Indonesia (Bitconnect) dan PT Purwa Wacana Tertata/ Share Profit System Coin/ SPS Coin.co.

Perusahaan itu mengaku bukan sebagai market place seperti Bitcoin Indonesia yang mempertemukan penjual dan pembeli bitcoin , tetapi sebagai lembaga yang memiliki koin tersebut.

baca juga: Harga Emas Turun Lagi, Dekati Rp1 Juta Per Gram

"Jadi, masyarakat disuruh membeli koin untuk investasi . Penawaran keuntungan bahkan sampai ada yang lima persen," ungkap Tongam.

Namun kendati begitu, Tongam menyebut bahwa saat ini OJK belum bisa memastikan kerugian yang diterima masyarakat.

baca juga: Pandemi COVID-19, Pemprov Sumbar Fokus Fasilitasi Investasi Telah Berjalan

"Mereka malu melaporkan, lalu ya paling kerugian berapa sih jadi masih tidak mau melapor. Kemudian, kemungkinan ada tekanan dari perusahaan untuk tidak melapor," jelas dia.

Namun, Tongam menegaskan OJK tak perlu membuat Peraturan OJK (POJK) untuk melarang perdagangan bitcoin karena tidak dianggap sebagai produk jasa keuangan.(*)

Penulis: Ocky Anugrah Mahesa