Produktivitas Pekerja Indonesia Mencapai 24,6 Ribu Dolar AS

Ilustrasi Pekerja
Ilustrasi Pekerja (JFX Journal)

EKONOMI, KLIKPOSITIF -- Produktivitas tenaga kerja di Indonesia terus mengalami peningkatan dari waktu ke waktu. Namun, masih diperlukan berbagai inovasi agar produktivitas Indonesia dapat berkembang lebih cepat dan masif.

"Produktivitas tenaga kerja Indonesia harus ditingkatkan secara terus menerus, agar kita menjadi bangsa yang maju dan menang dalam persaingan era Industri 4,0," kata Sesditjen Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas (Binalattas) Kemnaker Kunjung Masehat.

baca juga: Sektor Pertanian Tunjukan Pertumbuhan Positif, BPS: Serap 30 Persen Tenaga Kerja Indonesia

Berdasarkan data dari Asian Productivity Organization (APO) mencatat, pada tahun 2015 produktivitas per pekerja Indonesia mencapai 24,3 ribu dolar AS.

Angka ini dua kali lipat lebih tinggi dibanding produktivitas pada tahun 1990. Artinya, selama 25 tahun produktivitas Indonesia tumbuh 3,1 persen per tahun.

baca juga: Penghargaan K3 2021, SPH Raih Penghargaan Kategori Program Pencegahan dan Penanggulangan (P2) COVID di Tempat Kerja dari Kemenaker

Sementara itu, berdasarkan data The Conference Board dalam Total Economy Database mencatat produktivitas per pekerja Indonesia pada tahun 2017 telah menembus 24,6 ribu dolar AS.

Ia mengatakan percepatan peningkatan produktivitas ini perlu dilakukan untuk mengejar ketertinggalan dari negara-negara lain.

baca juga: Kurangi Pengangguran, DPR: Percepat Bangun Sistem Informasi Pasar Kerja

"Selain kualitas sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi, dan perbaikan manajemen, inovasi merupakan salah satu faktor paling penting untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing bangsa," jelas dia.

Saat ini produktivitas per pekerja Indonesia berada pada urutan ke-11 dari 20 negara anggota APO. Sedangkan di tingkat ASEAN, produktivitas per pekerja Indonesia berada pada urutan ke-4.

baca juga: BPJS Ketenagakerjaan Tanah Datar Bayarkan Klaim Asuransi Rp19,2 Miliar Selama 2020

Dari sisi daya saing, Indonesia berada pada posisi ke-36 diantara 137 negara. Adapun di tingkat ASEAN, Indonesia berada pada posisi ke-4 diantara 9 negara ASEAN yang tercatat dalam The Global Competitiveness Report 2017-2018.

Untuk itu, Kunjung mengajak seluruh elemen bangsa turut serta dalam mengembangkan inovasi untuk mendorong peningkatan produktivitas nasional.

Menurutnya, banyak pemikiran atau konsepsi di tengah masyarakat yang dapat membantu pada tercapainya sustainable productivity dan sustainable development.

"Menjadi yang terbaik adalah penting, tetapi menjadi lebih baik dari sebelumnya, itu jauh lebih penting. Terus menerus memperbaiki, berinovasi untuk menjadi lebih baik dari sebelumnya, itulah hakekat produktivitas," ujarnya kemudian.(*)

Sumber: Kemenaker

Penulis: Ocky Anugrah Mahesa