Pemerintah Tambah Kapasitas Seluruh Pembangkit Listrik 56 Giga Watt

Ilustrasi
Ilustrasi (Net)

EKONOMI, KLIKPOSITIF -- Dalam 10 tahun mendatang, kapasitas pembangkit di seluruh Indonesia akan mendapat tambahan sebesar 56 GW (Giga Watt).

Hal itu sesuai dengan komposisi bauran energi pembangkit listrik , yang disahkan melalui Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero 2018-2027.

baca juga: 187 SPKLU Untuk Kendaraan Listrik Sudah Tersedia di Seluruh Indonesia, Ini Sebarannya

Dalam RUPTL tersebut, Pemerintah telah menetapkan target bauran energi pembangkit hingga akhir 2025 untuk Batubara sebesar 54,4%, Energi Baru Terbarukan (EBT) 23,0%, Gas 22,2% dan Bahan Bakar Minyak (BBM) 0,4%.

"Pemerintah telah mengesahkan bauran energi pembangkit dalam RUPTL PLN. Kami melihat terutama rencana bauran EBT akan meningkat dari 12,4% di tahun 2018 menjadi 23% di 2025 nanti," kata Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM Agung Pribadi.

baca juga: Berkaca dari China dan Eropa, Politisi Golkar Ingatkan Transisi Menuju EBT Perlu Kearifan dan Kehati-hatian

Proyeksi tersebut, lanjut Agung, diasumsikan apabila semua pekerjaan penyelesaiaan proyek pembangkit tidak mengalami kendala yang berarti sehingga bisa beroperasi sesuai target.

Pada rencana penambahan tersebut, PLTU Batubara akan mendominasi jenis pembangkit yang akan dibangun, yaitu mencapai 26,8 GW atau 47,8%.

baca juga: Pasokan Minyak Dunia Menipis, ICP September Naik ke USD72,20 Per Barel

Selain itu, ada juga tambahan dari PLT Gas dan Uap (PLTGU) 10,4 GW atau 18,6%, PLTG/PLTMG 3,8 GW atau 6,8%.

Dari EBT sendiri akan mendapat tambahan kapasitas dari PLT Air 8,3 GW sebesar 14,8%, PLT Panas Bumi 4,6 GW atau 8,2% dan beberapa pembangkit lainnya berbahan bakar Solar, Sampah, Biogas dan Biomassa sebesae 2,1 GW atau sekitar 3,7%.

baca juga: Terbitkan RUPTL, Pemerintah Perbesar Porsi EBT Untuk Jawab Permasalahan Sektor Kelistrikan

"Khusus untuk EBT pada tahun 2025 mudah-mudahan kalau sesuai RUPTL kapasitasnya bisa bertambah sebesar 7,3 GW," jelas Agung kemudian.(*)

Sumber: Kementerian ESDM

Penulis: Rezka Delpiera