Produksi Alas Kaki Indonesia Bisa Jadi yang Terbesar Ketiga Dunia

Ilustrasi
Ilustrasi (Net)

EKONOMI, KLIKPOSITIF -- Pemerintah ingin, produksi alas kaki Indonesia bisa menempati posisi ketiga di dunia, karena jumlah produksi alas kaki terbesar di dunia berasal dari Asia.

Hal itu diungkapkan oleh Direktur Industri Kecil Menengah Sandang, Aneka dan Kerajinan Kementerian Perindustrian E Ratna Utarianingrum. Menurutnya, saat ini Indonesia tengah bersaing dengan China, India dan Vietnam.

baca juga: Ingin Kuasi Industri Mobil Listrik, Huawei Tanam Modal Rp 14,6 triliun

"Tahun ini kita targetkan di tiga besar dengan banyaknya intervensi pemerintah dan kemudahan yang diberikan," katanya.

Menurut dia, sebanyak 86 persen alas kaki di dunia diproduksi oleh Asia, di mana China mengambil bagian 80 persen di antaranya. Sedangkan 6 persen lainnya terbagi di tiga negara, yaitu India, Vietnam dan Indonesia.

baca juga: Awal 2021 Rolls-Royce Motor Catatkan Peningkatan Penjualan 62 Persen

Jika lebih dirinci, kata dia, pangsa pasar industri alas kaki Indonesia mencapai 3,3 persen di dunia.

Namun begitu, total produksi alas kaki Indonesia berbeda sedikit dengan Vietnam, yang menjadikan negara tersebut di posisi nomor tiga.

baca juga: Diupgrade, Varian Terbaru Honda Monkey Punya Fitur Baru

Produksi alas kaki Indonesia mencapai 1,1 miliar pasang per tahun, dengan 800 juta pasang di antaranya merupakan konsumsi dalam negeri dan sisanya untuk memenuhi kebutuhan ekspor, terutama dengan tujuan Eropa dan Amerika Serikat.

"Dari jumlah tersebut, terdapat sebagian yang produksi IKM ( Industri Kecil Menengah) juga," sebut dia.

baca juga: Honda REcall CR-V, Indonesia Tunggu Kabar dari Jepang

Sementara total produksi alas kaki Vietnam mencapai 1,2 miliar pasang per tahun, sebagian besarnya diekspor ke berbagai negara.

Menurut Ratna, selain keunggulan dari sisi total produksi, Vietnam juga diuntungkan dengan letak geografis yang dekat dengan China, sehingga memiliki akses pasar ekspor lebih mudah.

Untuk itu, lanjutnya, Indonesia akan terus menambah kapasitas kemampuannya dalam segi persepatuan, baik dari sisi desain, manajemen, hingga distribusi.

Melalui Balai Pengembangan Industri Persepatuan Indonesia (BPIPI), Kemenperin berupaya menambah keahlian para perajin sepatu nasional, yang alumninya sudah berjumlah 8.000 orang sejak 2009 didirikan.

"Selain menjaring wirausaha baru bidang sepatu , BPIPI juga memberi pembinaan untuk perajin yang sudah menjalankan usahanya dan menemukan berbagai masalah," pungkas Ratna.(*)

Sumber: Antara

Penulis: Ocky Anugrah Mahesa