Tahun Ini, Ekonomi Negara Berkembang di Asia Pasifik dan Timur Tumbuh 6,18%

Ilustrasi
Ilustrasi (The Guardian)

EKONOMI, KLIKPOSITIF -- World Bank atau Bank Dunia merilis dokumen bertajuk Enhancing Potential yang berisi laporan terhadap ekonomi kawasan Asia Timur dan Pasifik edisi April 2018.

Laporan tersebut menggarisbawahi pertumbuhan ekonomi negara-negara berkembang di kawasan Asia Timur dan Pasifik yang mencapai 6,18% di tahun 2018.

baca juga: DPR Setujui UU APBN 2022, Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 5,2 Persen

Namun, resiko perlu diwaspadai seperti kenaikan suku bunga negara maju dan eskalasi ketegangan perdagangan.

Oleh karena itu, diperlukan kesiapan para pembuat kebijakan untuk mengenali dan mengatasi tantangan yang muncul, meningkatkan investasi publik dan swasta, meningkatkan pertumbuhan produktivitas dan sumber daya manusia untuk pertumbuhan jangka panjang.

baca juga: Heboh Skandal Pengaturan Ranking EoDB, Komisi VI DPR Minta Pemerintah Segera Rumuskan Ulang Target Kinerja

"Pertumbuhan yang kuat telah mendukung pencapaian luar biasa di kawasan ini dalam mengurangi kemiskinan ekstrim," kata Wakil Presiden Bank Dunia untuk Asia Timur dan Pasifik, Victoria Kwakwa.

Menurut dia, untuk melanjutkan keberhasilan tersebut dan meningkatkan prospek bagi sebagian besar penduduk yang masih belum memiliki keamanan secara ekonomi akan membutuhkan pertumbuhan berkelanjutan dalam jangka panjang.

baca juga: Bank Dunia Isyaratkan Perubahan Iklim Bisa Paksa Ratusan Juta Orang Bermigrasi dalam 30 Tahun Kedepan

"Para pembuat kebijakan perlu fokus pada penanganan resiko terhadap stabilitas ekonomi sambil meningkatkan potensi pertumbuhan jangka panjang," sebutnya.

Pertumbuhan ekonomi Tiongkok diperkirakan akan melambat menjadi 6,5% pada 2018 sedangkan, di luar Tiongkok, pertumbuhan negara-negara berkembang Asia Timur dan Pasifik diperkirakan stabil di angka 5,4%. 

baca juga: Pertumbuhan Ekonomi Tumbuh 7 Persen, Sayang Pengangguran Masih Tinggi

Laporan ini merupakan bagian dari Voyage to Indonesia yang merupakan serangkaian acara menuju World Bank Group-International Monetary Fund Annual Meetings 2018 di Bali Oktober mendatang.(*)

Sumber: Kemenkeu

Penulis: Ocky Anugrah Mahesa