Kemenko: Kebijakan Baru Percepat Realisasi KUR

Ilustrasi
Ilustrasi (KLIKPOSITIF/Ocky Anugrah Mahesa)

EKONOMI, KLIKPOSITIF -- Kementerian Koordinator Perekonomian menilai perubahan kebijakan KUR yang mulai berlaku sejak 1 Januari 2018, mampu mendorong percepatan penyaluran KUR .

Hal ini ditunjukkan dengan peningkatan realisasi penyaluran dari sebesar Rp19,6 triliun pada bulan Februari 2018 menjadi Rp32,3 triliun pada bulan Maret 2018 (meningkat sebesar Rp12,7 triliun).

baca juga: Realisasi KUR Pertanian di Sumbar Masih Rendah, Ini Kendalanya

Realisasi penyaluran KUR pada Maret 2018 ini sudah mencapai 27,6% dari total target penyaluran KUR tahun 2018 yaitu sebesar Rp116,8 triliun.

Peningkatan jumlah penyaluran KUR juga diikuti dengan peningkatan jumlah debitur penerima KUR . Pada Maret 2018 tercatat, jumlah debitur KUR telah mencapai 1.218.739 debitur dengan tingkat NPL sebesar 0%.

Dalam rangka menjaga keberpihakan pemerintah pada pengembangan usaha mikro dan kecil, maka Komite Kebijakan Pembiayaan bagi UMKM memberikan porsi target penyaluran yang lebih besar pada skema KUR Mikro.

baca juga: Pemerintah Sebut Penyaluran KUR 2020 Capai 58,53 Persen

Itu tercermin dalam kinerja penyaluran KUR per skema yang masih didominasi penyaluran pada skema KUR Mikro yaitu sebesar Rp20,6 triliun (63,8% dari total penyaluran KUR ) kepada 1,143,697 debitur.

Diikuti dengan penyaluran KUR Kecil sebesar Rp11,6 triliun (35,9% dari total penyaluran KUR ) kepada 70,096 debitur. Sedangkan penyaluran KUR PenempatanTKI masih relatif rendah yaitu sebesarRp73,9 miliar (0,2%) kepada 4,946 debitur.

Menurut catatan, sebaran penyaluran KUR per wilayah, masih di dominasi dengan penyaluran di Pulau Jawa dengan porsi penyaluran sebesar 56,1%, diikuti dengan Sumatera 19,6% dan Sulawesi 9,4%.

baca juga: OJK Sebut Restrukturisasi Kredit Capai Rp740 Triliun

Kemudian Provinsi Jawa Tengah dengan penyaluran KUR sebesar Rp5,9 triliun (18,6% dari total penyaluran KUR ) menjadi provinsi dengan penyaluran KUR tertinggi, diikuti dengan Jawa Timur sebesar Rp5,3 triliun (16,4% dari total penyaluran KUR ).

Lalu Jawa Barat sebesar Rp4 triliun (12,5%dari total penyaluran KUR ). Sebaran tersebut, sejalan dengan jumlah populasi penduduk termasuk populasi UMKM perwilayah diIndonesia.

Sampai dengan Maret 2018, telah terdapat 41 Penyalur KUR yang terdiri dari 35 Perbankan, 4 Perusahaan Pembiayaan, dan 2 Koperasi Simpan Pinjam.

baca juga: DPR: Penyaluran KUR Untuk Petani Kopi Perlu Diawasi

Peningkatan jumlah Penyalur KUR ini diharapkan dapat semakin mempermudah UMKM dalam mengakses KUR .

Beberapa pihak telah menyampaikan komitmennya untuk siap bergabung menjadi Penyalur KUR , salah satunya yaitu komitmen dari 160 Bank Perkreditan Rakyat (BPR) milik Pemerintah Daerah untuk menjadi Penyalur KUR .

Saat ini BPR tersebut sedang memproses persyaratan untuk dapat menjadi Penyalur KUR . Berdasarkan laporan penyaluran KUR yang dirilis oleh Sekretariat Komite Kebijakan Pembiayaan bagi UMKM.

Selain itu BRI menjadi penyalur KUR dengan kinerja penyaluran KUR tertinggi yaitu sebesar Rp22,4 triliun (28,11% dari target), diikuti dengan Bank Mandiri sebesar Rp14,5 triliun (24,3% dari target) dan BNI sebesar Rp 13,4 triliun (36,3% dari target).(*)

Sumber: Kemenko

Penulis: Ocky Anugrah Mahesa