Jadi Target Pasar TIK, Kemenperin Dorong Industri Komponen Ponsel

Ilustrasi komponen ponsel
Ilustrasi komponen ponsel (Net)

EKONOMI, KLIKPOSITIF -- Kementerian Perindustrian menilai Indonesia akan menjadi target pasar global teknologi informasi dan komunikasi dunia. Hal itu seiring dengan jumlah penduduk tanah air saat ini.

Hal itu bisa jadi mungkin karena jumlah penduduk Indonesia merupakan ketiga terbanyak di Asia setelah Cina dan India.

baca juga: Suzuki Beri Polesan Baru untuk Suzuki Hayabusa 2022

"Saat ini, dalam era 4G LTE yang sedang berkembang, tentunya pengguna smartphone di Indonesia diprediksi semakin tumbuh," kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto.

Dengan begitu, melalui penerbitan Permenperin Nomor 29 tahun 2017, pemerintah ingin mendorong terus penumbuhan industri komponen telepon seluler (ponsel), komputer genggam dan komputer tablet serta pengembang software di dalam negeri. 

baca juga: Berhasil Jual Sejuta Unit Mobil Listrik, BMW Target Dua Juta Unit Lagi Pada 2025

Selain itu juga menumbuhkan pusat inovasi baru dalam bidang teknologi informasi dan komunikasi di Indonesia.

Beleid TKDN tersebut diimplementasikan melalui Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 29 tahun 2017 tentang Ketentuan dan Tata Cara Penghitungan Nilai Tingkat Komponen Dalam Negeri  (TKDN) Produk Telepon Seluler, Komputer Genggam, dan Komputer Tablet. 

baca juga: Suzuki Jimny Varian Lima Pintu, Segera Diproduksi

Menurut Airlangga, hal itu menjadi salah satu tekad  pemerintah menggenjot keberlanjutan industri telematika di Indonesia.

"Dengan bertumbuhnya industri -industri perakit dan pembuat komponen, sekitar 30 perusahaan ponsel dan tablet telah memenuhi TKDN 30 persen," tutur dia.

baca juga: Audy: Mahasiswa Harus Siap Hadapi Perubahan Kehidupan 4.0

Di sisi lain, katanya, Kemenperin terus meningkatan daya saing produk lokal agar mampu berkompetisi dengan barang-barang impor.

Alhasil, hingga saat ini industri ponsel di Tanah Air tumbuh signfikan, yang terdiri dari 28 merek global, 19 merek lokal, 2 SMT (surface mount technology), dan 7 EMS (Electronic Manufacturing Services).

Selain itu, terdapat 30 industri komponen berbagai jenis, di antaranya menghasilkan PCBA, Charger, Earphone, USB cable, perakitan baterai lithium, dan kemasan.

"Adapun yang menerapkan TKDN hardware sebanyak 44 merek, software dan hardware sebanyak 2  merek, dan 1 merek melalui skema pusat inovasi yaitu yang dibangun oleh Apple," pungkasnya.

Dengan demikian, selain dapat mendongkrak kemampuan industri dalam negeri, Permenperin itu juga mendorong peningkatkan nilai tambah produk dan menciptakan lapangan kerja sehingga  memacu pertumbuhan ekonomi nasional.(*)

Penulis: Ocky Anugrah Mahesa