Harga Melonjak Tinggi, KPPU Selidiki Perdagangan Telur Ayam dan Daging di Sumbar

Ilustrasi pedagang telur ayam di Pasar Raya Padang
Ilustrasi pedagang telur ayam di Pasar Raya Padang (KLIKPOSITIF/Joni Abdul Kasir)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Kantor Perwakilan Komisi Pengawas Persaingan Usaha ( KPPU ) Medan, akan menyelidiki perdagangan telur ayam ras dan daging beku di pasaran.

Hal itu dilakukan guna memastikan praktek permufakatan harga dari pedagang dan agen atau distributor, yang diduga menjadi penyebab melonjaknya harga dua komoditas itu selama Ramadan.

baca juga: Kelabui Petugas dengan Surat Nikah Palsu, ASN Ini Tak Berkutik Setelah Tahu Satpol PP Pasbar Datang Bersama Istri

Menurut penelusuran, telur ayam ras di sejumlah pasar di Kota Padang, dihargai Rp45.000 per papan (30 butir), sedangkan di hari biasa hanya Rp35.000. Sementara daging beku dijual Rp100.000 padahal harga enceran tertinggi Rp80.000.

"Telur ayam ras sudah kita cek di Sumatera Utara, di Sumatera Barat ( Sumbar ) belum. Ada indikasi peternak besar mengatur harga telur sementara peternak kecil ngikutin. Mereka bersepakat menentukan harga,” kata Kabag Penegakan Hukum KPPU Medan Ridho Pamungkas.

baca juga: Andre Rosiade Bantu Istri Sopir Bus yang Terkena Kanker Payudara

Ridho menjelaskan, peternak kecil cenderung mengikuti peternak besar dalam menentukan harga telur.

Sedangkan peternak besar mengikuti harga dari agen di pasar. Menyikapi kondisi itu, KPPU terus memantau apakah peternak dan agen bersepakat menentukan harga telur ayam ras.

baca juga: KPPU Menangkan Andre Rosiade soal Predatory Pricing Semen China

Sementara untuk daging beku akan dialami, sebab masih ada pedagang di pasaran yang mengambil untung besar dengan menjual jauh diatas HET. "Kalau super market masih pada harga Rp80.000," ujarnya.

Untuk itu, pembeli disarankan untuk membeli di super market dan mini market yang menjual daging beku.

baca juga: Korban Banjir di Lengayang Dapat Bantuan dari Darul Siska

Sebelumnya Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sumbar , Endy Dwi Tjahjono mengatakan, kenaikan harga telur tidak disebabkan oleh kurangnya stok. Sebab stok di pasaran sangat mencukupi.

"Kami bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah akan coba dalami juga. Permintaan telur tinggi, namun sebenarnya stok cukup. Ini hanya masalah temporer, saya kira akan segera stabil," jelas dia.

Kemudian Kepala Bulog Divre Sumbar Suharto Djabar sebelumnya juga mengatakan harga daging beku dipatok Rp80.000. Bulog mendatang daging kerbau beku dari India sebanyak 30 Ton lebih untuk pasokan ramadhan tahun ini.  

" Daging beku ini sebagai alternatif harga bagi masyarakat golongan menengah ke bawah, supaya mereka juga bisa menikmati daging saat bulan puasa dan lebaran," pungkasnya.

[Joni Abdul Kasir]

Penulis: Ocky Anugrah Mahesa