PT Inalum Siap Akuisisi 51 Persen Saham Freeport, Jokowi: Negosiasi Diam-Diam

Ilustrasi tambang PT Freeport Indonesia
Ilustrasi tambang PT Freeport Indonesia (Net)

EKONOMI, KLIKPOSITIF -- Sebuah perusahaan milik negara yakni PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) diketahui siap untuk mengakuisisi 51 persen saham PT Freeport Indonesia. Nilai akusisi naik dari persentase sebelumnya yang hanya 9,36 persen.

Hal itu dikatakan oleh Presiden Joko Widodo saat menghadiri acara di Indonesia Convention Exhibition, BSD City, Tangerang Selatan, Banten, Kamis. Ia mengatakan, proses akuisisi saham dilakukan dengan langkah yang tidak mudah.

baca juga: Nama Sutan Riska Masuk dalam Jajaran Kader Pilpres 2024 PDI Perjuangan

"Saya telah mendapatkan laporan bahwa holding industri pertambangan kita Inalum telah capai kesepakatan awal dengam freeport ," katanya dikutip dari Suara.com-jaringan Klikpositif.com.

Ia menjelaskan, proses negosiasi akuisisi saham berlangsung alot selama 3,5 tahun. "Jangan dipikir mudah, dan begitu sangat intens sekali, dalam 1,5 tahun ini, tapi memang kita kerjain ini diam, karena ini menyangkut negosiasi yang tidak mudah," ujar Jokowi .

baca juga: Presiden Jokowi Lantik Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional, Ada Megawati di Jabatan Ketua

Kesepakatan tersebut nantinya akan ditandatangani oleh kedua belah pihak. Untuk persoalan teknis ada di kementerian terkait, seperti Kementerian BUMN, Kementerian ESDM, dan Kementerian Keuangan.

"Artinya kesepakatan sudah rampung. Teknis masih ada di menteri," tutur dia.

baca juga: Presiden Jokowi Sebut Indonesia Memiliki Potensi Besar Menjadi Raksasa Digital Setelah China dan India

Setelah kepemilikan saham lebih besar pemerintah, Jokowi berharap pemasukan ke negara juga meningkat. Terlebih, Freeport Indonesia sudah mengelola tambang di tanah air hampir 50 tahun.

"Ini sebuah lompatan kita harapkan nanti kita akan mendapatkan income yang lebih besar, baik dari pajak, royaltinya, dari defiden, dari retribusinya, sehingga nilai tambah komoditas tambang bisa dinikmati oleh kita semua. Kepentingan nasional harus dinomorsatukan," kata dia.

baca juga: Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali Akan Buka Penerbangan Internasional, Ini Kata Presiden Jokowi

Sekilas Tentang PT Inalum

PT Inalum merupakan BUMN pertama dan terbesar Indonesia yang bergerak di bidang peleburan Aluminium. Besarnya potensi kelistrikan yang dihasilkan dari aliran Sungai Asahan membuat Pemerintah Indonesia mengundang perusahaan konsultan pembangunan asal Jepang, Nippon Koei untuk melakukan studi kelayakan pembangunan PLTA di Sungai Asahan.

Perusahaan yang didirikan pada tanggal 6 Januari 1976 dengan status Penanam Modal Asing dibentuk oleh 12 perusahaan Kimia dan Metal dari Jepang.

Keberadaan Inalum sebagai industri peleburan aluminium telah meletakkan dasar fondasi yang kuat untuk mengembangkan industri hilir peleburan bahan tambang yang berpengaruh, bernilai tambah dan berdaya saing.

Pada tanggal 9 Desember 2013, status Inalum sebagai PMA dicabut sesuai dengan kesepakatan yang di tandatangani di Tokyo pada tanggal 7 Juli 1975.

Sejak diakuisisi oleh Pemerintah, Inalum kini tengah mengembangkan produksi hilir aluminium dengan mendorong diversifikasi produk dari aluminium ingot ke aluminium alloy, billet dan wire rod, serta menggarap pabrik peleburan baru yang terintegrasi di Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional Tanah Kuning, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara.(*)

Penulis: Ocky Anugrah Mahesa