Pemerintah Produksi 15 Ribu AMMDes Hingga Januari 2019

Menperin Airlangga Hartarto memperlihatkan AMMDes pada Jokowi
Menperin Airlangga Hartarto memperlihatkan AMMDes pada Jokowi (Kemenperin)

EKONOMI, KLIKPOSITIF -- Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian akan meningkatkan jumlah produksi Alat Mekanis Multiguna Pedesaan (AMMDes) hingga Januari 2019 mendatang. Hal itu dilakukan untuk memacu produktivitas industri otomotif nasional.

Menurut catatan saat ini Ammdes siap diproduksi sebanyak 3000 unit, dengan jumlah tersebut Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan, jumlahnya akan ditingkatkan lagi hingga lima kali lipat.

baca juga: Kemenperin Buka Pendaftaran CPNS Untuk 786 Formasi, Cek Sekarang

"Saat ini Ammdes siap diproduksi sebanyak 3.000 unit, dan kami akan tingkatkan menjadi 9.000-15.000 unit per tahun. Produksi secara massal akan dimulai pada Januari 2019," katanya.

Menurut dia, sejauh ini pihaknya telah melakukan serangkaian uji coba dalam pengembangan AMMDes, termasuk mengenai perizinan dengan Kementerian Perhubungan. "Sekarang masih diurus izinnya, rencana bulan November dikeluarkan," ujar dia.

baca juga: Pemerintah Dorong Produksi Laptop Dalam Negeri Melalui Kebijakan TKDN

Terkait suku cadangnya, Airlangga memastikan, ketersediaannya cukup banyak di pasaran. Di sampingitu, distributornya juga telah tersedia. Sementara untuk harganya, Airlangga memproyeksi, Ammdesakan dibanderol sekitar Rp65-70 juta di luar aksesorisnya.

"Jadi, aksesorisnya tergantung kebutuhan mereka. Misalnya, mau pakai pompa, berarti tambah Rp3 juta atau menggunakan rice milling tambah Rp7 juta," tutur dia. Bagi Airlangga, mobil pedesaan multiguna ini akan didorong menggunakan bahan bakar jenis euro2 atau Biodiesel 20.

baca juga: Jaga Pasokan Oksigen Rumah Sakit, Kemenperin Gandeng Pelaku Industri dan Asosiasi

Ia menambahkan, PT Kiat Mahesa Wintor Indonesia (PT KMWI) selaku produsen AMMDes, telah membangun komitmen kerja sama dengan lebih dari 70 industri komponen dalam negeri untuk menjadi pemasok komponen mobil 'Pak Tani' tersebut.

"Para pemasok komponen itu sebagian besar adalah industri kecil dan menengah (IKM)," terangnya.

baca juga: Kemenperin Akselerasi Ekosistem Industri Baterai Litium Kendaraan Listrik

Saat ini, IKM yang terlibat telah mampu memproduksi 184 jenis komponen atau setara 70 persen dari nilai harga AMMDes.

Sementara itu, Presiden Komisaris PT Kiat Mahesa Wintor Indonesia (KMWI) Sukiyat mengatakan, peluncuran AMMDes KMWI akan menjadi hari bersejarah dunia otomotif di Indonesia.

"Oleh karena itu, pada momen peluncuran pertama dimulainya untuk diproduksi secara massal adalah momen penting dan bersejarah bagi dunia per-otomotifan di Indonesia," tuturnya.

Produk AMMDes dengan merek KMW ini menggunakan bahan bakar gasoline dan diesel yang memiliki sistem penggerak tunggal dengan kecepatan maksimal 40 km per jam, kapasitas silinder tidak melebihi dari 700cc atau setara dengan 14-15 PK, dengan daya angkut beban mencapai 700 kg.

AMMDes KMW disiapkan dengan tiga tipe, model fix bin dengan PTO Power Take Off (PTO – mengambil tenaga dari power source dan mentransmisikannya untuk aplikasi yang lain), model fixed bin dengan didukung alat mesin pertanian, dan model flat deck atau passanger dengan PTO.
Untuk unit AMMDes KMW yang memiliki fasilitas integrated PTO, dapat diaplikasikan dengan aplikasi pemecah gabah, pemutih padi, pompa irigasi, generator, dan berbagai peralatan lainnya.

AMMDes KMW juga dilengkapi dengan sistem suspensi, sabuk pengaman, sistem differential lock pada roda penggerak, sistem pengereman hidrolik, rem tangan, lampu sorot depan, lampu belok, lampu rem, lampu mundur, klakson, windshield glass dan wiper, system electric starter, dan mempunyai berat kosong tidak melebihi dari 900 kg.(*)

Penulis: Ocky Anugrah Mahesa