Harga Bawang di Sumbar Mahal, Distributor Sebut Karena Pengaruh Buruknya Infrastruktur Jalan

Bawang Merah
Bawang Merah (bijaks.net)

KLIKPOSITIF -- Lonjakan harga bawang di Sumbar akan semakin sulit diatasi apabila permasalahan infrastruktur jalan di Ranah Minang ini, belum menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi Sumbar. 

Baca juga: APINDO Pertanyakan Keseriusan Pemprov Sumbar Bangun Konektivitas Sumatera

baca juga: Percepat Pembangunan Tol Trans-Sumatera, Pemerintah Masih Butuh Tambahan Pendanaan Rp386,76 Triliun

Hal itu dikatakan oleh distributor bawang di Sumbar, Inbur saat dihubungi KLIKPOSITIF , Senin, 20 Juni 2016. Distributor berbagai jenis bawang itu juga mengatakan bahwa lonjakan harga bawang yang terjadi selama ini, bukanlah sebuah taktik pedagang apalagi ada yang mengatakan tindakan kartel.

Lonjakan harga bawang itu, kata dia, terjadi karena ketersediaan stok bawang menipis. Penyebabnya, karena proses pendistribusian bawang memakan waktu lama. Hal ini dikarenakan adanya beberapa kendala yang dialami kendaraan pengangkut bawang.

baca juga: Jokowi: Akhir 2019, Lebih Banyak Lagi Infrastruktur yang Bisa Dimanfaatkan

Baca juga: Tingkatkan Pembangunan di Sumbar, Pakar: Pemprov Harus Jadi Inisiator Konektivitas Sumatera

"Seperti kemacetan, sulitnya kondisi rute jalan seperti lebar jalan yang sempit, berliku-liku dan banyaknya jalan tanjakan. Bahkan jika musim hujan, para sopir harus berhenti untuk menghindari adanya bencana, seperti banjir ataupun longsor di sepanjang perjalanan," ujarnya.

baca juga: Hari Ini, Jokowi Resmikan Tol Trans Sumatera

Kendala seperti ini, kata Inbur, menyebabkan harga bawang di pasaran meningkat. Sebab, terlambat satu hari dari waktu yang telah ditentukan, maka mau tidak mau harga bawang perkilogramnya bisa meningkat.

"Misalnya, harga bawang merah itu Rp25.000/kg, karena terlambat satu hari sampai di pasar, maka harganya akan naik menjadi Rp30.000/kg. Begitulah selanjutnya untuk hari ke dua dan ketiga terus mengalami kenaikan dalam kelipatan Rp5.000/kg," terangnya.

baca juga: Pemerintah Targetkan Fungsional Ruas Tol Trans Sumatera Saat Lebaran

Baca juga:  Turunkan Harga Barang di Pasaran, Distributor Sebut Konektivitas Sumatera Jadi Solusi

Inbur mengakui bahwa bawang yang dibawanya itu tidak hanya bawang lokal, tetapi juga ada membawa bawang impor dari Jawa yang didistribusikan ke Sumbar. Perminggunya, Inbur memasok sekitar 8 ton bawang merah, putih, dan bawang bombay dari Medan ke Padang.

Kemudian untuk bawang merah dan bawang putih yang ada di Sumbar, juga dibawa ke luar dari Sumbar, yakni ke Curup Provinsi Bengkulu dan Bangko, Provinsi Jambi. "Terkadang saya juga memaksakan muatan barang dengan mambawa bawang sebanyak 20 ton demi memenuhi kebutuhan bawang yang ada di Sumbar," bebernya.

Baca juga: Ketua Kadin: Konektivitas Sumatera Menjadi Solusi Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi dan Pembangunan di Sumbar

"20 ton bawang yang saya bawa itu tidak mudah, mengingat kondisi jalan yang kurang bagus dan diperparah lagi seringnya ada pemalakan di jalan," sambung Inbur.

Inbur juga menuturkan jika pemerintah berharap agar harga barang-barang yang dibutuhkan masyarakat seperti bawang yang saat ini harganya tergolong mahal, maka pemerintah perlu memikirkan soal infrastruktur jalan.

Jika semakin bagusnya infrastruktur jalan, maka harga barang pun akan beriringan murah hingga ke tingkat pasar. "Jika infrastruktur jalan buruk, maka pemerintah akan sulit menekan harga ke level murah," tuturnya.

Konektivitas Sumatera

Terkait konektivitas Sumatera melalui kereta api yang akan terwujud pada tahun 2019 mendatang, Inbur mendesak agar Pemprov Sumbar segera menindaklanjutinya. Sebab, konektivitas Sumatera melalui transportasi kereta api itu sangat besar manfaatnya, khususnya bagi distributor barang.

"Kereta api merupakan transportasi yang cepat, tepat waktu, dan minim resiko di dalam perjalanan serta hemat biaya. Untuk itu, saya sangat berharap pemerintah di Sumbar benar-benar serius dan bergerak cepat soal konektivitas Sumatera ini. Apalagi hal ini bisa menjadi solusi untuk menurunkan harga barang di pasaran," katanya.

Baca juga: Mantap! Dishubkominfo Sebut Kereta Api di Sumbar Bakal Jadi Konektivitas Sumatera

Selain berharap adanya kereta api, Inbur juga berkeinginan agar pemerintah juga mengembangkan Pelabuhan Teluk Bayur. "Saat ini Pelabuhan Teluk Bayur belum mampu menampung bersandarnya kapal untuk melakukan bongkar muat, sehingga banyak kapal yang terpaksa lego jangkar di pintu pelabuhan," imbuhnya.

Untuk diketahui, saat ini di Sumbar harga bawang merah di pasaran mencapai Rp28.000/kg, bawang putih Rp30.000/kg, dan bawang bombay Rp16.000/kg. Inbur menyebut harga itu dinilai naik jika dibandingkan pada saat Ramadhan tahun 2015 lalu.[M.Noli Hendra]

Penulis: Riki