Arief Yahya: Devisa Sektor Pariwisata Tumbuh 14,77 Persen

Ilustrasi
Ilustrasi (Net)

KLIKPOSITIF -- Menteri Pariwisata , Arief Yahya, menyampaikan bahwa saat ini pengembangan sektor pariwisata dilakukan dalam rangka mendorong daya saing dan sebagai sumber daya utama devisa .

“Pemerintah terus meningkatkan pembangunan infrastruktur dan aksesibilitas pariwisata nasional yang tersebar dari wilayah barat hingga timur Indonesia. Devisa pariwisata pada 2017 tumbuh 14,77 persen dari 2016,” ujar Arief saat Konferensi Pers 4 Tahun Pemerintahan Presiden Jokowi-Wapres JK, di Aula Gedung 3, Kemensetneg, Jakarta, Selasa (23/10).

baca juga: Awal Agustus, Emas Batangan Dijual Rp 948 Ribu Per Gram

Peningkatan indeks daya saing berdasarkan data World Economic Forum (WEF), menurut Menpar, tahun 2013 Indonesia pada posisi 70, 2015 pada posisi 50, dan 2017 pada posisi 42, sedangkan target 2019 berada pada posisi 35.

Dalam kesempatan itu, Menpar menyampaikan bahwa Wonderful Indonesia pada tahun 2017 mendapatkan 21 penghargaan di 10 negara sedangkan pada tahun 2018 memperoleh 31 penghargaan dari berbagai ajang di 9 negara.

baca juga: Catat, Ini Dokumen yang Wajib Dibawa Debt Collector Saat Lakukan Penagihan ke Debitur

World Travel and Tourisme Council (WTTC), tambah Menpar, mengumumkan bahwa Indonesia merupakan negara dengan pertumbuhan pariwisata tertinggi nomor 9 di dunia.

“Jadi di Asia kita nomor 3 dan di ASEAN kita nomor 1,” ujar Menpar seraya menyampaikan pesan Presiden bahwa persaingan saat ini bukan yang besar dan yang kecil tetapi yang cepat mengalahkan yang lambat karena bisnis atau industri, kecepatan itu ditunjukkan dengan pertumbuhan.

baca juga: Menkeu: Selain Pandemi, APBN Juga Difokuskan untuk Hadapi Perubahan Iklim

Terkait kecepatan pertumbuhan, Menpar menyampaikan bahwa Indonesia telah membuktikan dalam pariwisata pada tahun 2018 nomor 9 di dunia yang berarti tahun 2017 Indonesia menjadi salah satu negara tercepat dalam pertumbuhan pariwisata di dunia.

“Kita tumbuh 20 persen. Di ASEAN, market kita tumbuh 7 persen, di dunia tumbuh 6,4 atau dengan kata lain kita tumbuh 3 kali lipat dari market,” tambahnya.

baca juga: Bantu Penanganan Pandemi, Kemenag Realokasi Hampir Rp2 Triliun Anggaran pada 2021

Meski harus disadari dan diakui, lanjut Menpar, bahwa Vietnam performance-nya sangat bagus di tahun 2017. “Apa yang dilakukan oleh Vietnam? Mereka melakukan deregulasi besar-besaran sehingga Vietnam menjadi investor darling dan turism darling.

Di akhir pernyataan, Menpar menyampaikan janji bahwa pariwisata akan menjadi penghasil devisa yang terbesar tahun 2019, atau paling lambat tahun 2020 sebagaimana disampaikan Presiden.

“Kedua, menjadi yang terbaik. Saya berani mengklaim kita akan menjadi yang terbesar, saya mengatakan mungkin kita akan menjadi yang terbaik,” ujar Menpar seraya mencontohkan PAD Samosir dan Banyuwangi yang meningkat karena sektor pariwisata dibanding daerah lain.

Saat ini, menurut Menpar, Wonderful Indonesia sudah mengalahkan Amazing Thailand dan sudah mengalahkan Trully Asia Malaysia. “Saya proyeksikan kita bisa mengalahkan Thailand pada 2024,” pungkasnya. (*)

Penulis: Eko Fajri