Akses Transportasi Buruk, Pengusaha Ikan di Sumbar Minta Pemerintah Segera Bangun Konektivitas Sumatera

Ilustrasi
Ilustrasi (Net)

KLIKPOSITIF -- Pengusaha ikan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Muaro Lansano, Surantih, Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumbar, meradang akibat buruknya infrastruktur jalan di Sumbar.

"Tidak hanya jalan provinsi, jalan nasional pun masih tergolong tidak begitu bagus untuk dilewati," kata Seri, pengusaha ikan di TPI Muaro Lansano kepada KLIKPOSITIF , Rabu 22 Juni 2016.

baca juga: Lahan Proyek Tol Padang-Sicincin Baru Terealisasi 10,97 Persen

Seri yang merupakan toke ikan di daerah pesisir pantai bagian selatan Sumbar itu menyebut dalam sehari, ada sekitar 1,5 ton ikan yang dikumpulkannya di TPI Muaro Lansano, dibawa ke luar Sumbar.

Di antaranya, ke Jambi, Bengkulu, Pekanbaru, dan Medan. Namun karena buruknya akses jalan ke provinsi tetangga Sumbar, mau tidak mau, sebut Seri, dirinya terpaksa harus membawa ikan ke tersebut ke luar dari Sumbar, meskipun terkadang resiko yang diambil ialah bakal membusuknya ikan yang dibawannya.

baca juga: Tol Padang - Pekanbaru, Kadis Pertanahan Sumbar: Seksi Padang - Sicincin Tinggal Satu Titik

"Kondisi jalan yang paling parah itu ke arah selatan. Mulai dari Kambang Kecamatan Lengayang hingga ke Lunang Siluat Tapan, kecepatan kendaraan di sepanjang jalan itu harus di bawah 60 km/jam, karena jalannya banyak lubang. Padahal jalan itu merupakan jalan Nasional Sumbar-Bengkulu," ujar Seri.

Ia juga membeberkan bahwa untuk mengatur waktu agar ikan tidak membusuk dalam perjalanan, dirinya terpaksa menambah es untuk menjaga kualitas ikan. Kendati demikian, Seri mengaku dirinya sering dikomplen oleh agen ikan. "Kata agen ikan di pasaran, ikan yang saya bawa kurang bagus dan tidak segar," bebernya.

baca juga: Tol Padang - Pekanbaru, Wagub Sumbar: Pembebasan Gudang Kami Kalah di PTUN

Selain ke arah selatan, jalan nasional Sumbar-Riau juga banyak kendala. Yang paling signifikan, kata dia, yaitu kemacetan jalan menuju Bukittinggi yang disusul dengan banyaknya pemalakan oleh sekelompok preman di jalan.

"Ini permasalahan yang paling krusial. Jika harga ikan saya naikan di tingkat agen untuk menutupi uang pemalakan darin preman dan biaya BBM kendaraan karena sering terjebak macet, ujung-ujungnya ikan yang saya bawa tidak dibeli agen," katanya.

baca juga: Tol Lintas Sumatera Dilengkapi SPKLU, Pengguna Kendaraan Listrik Tak Perlu Khawatir

Seri berharap agar pemerintah segera memperbaiki dan memajukan infrastruktur jalan, baik di Sumbar maupun jalan nasional yang menghubungkan Sumbar dengan provinsi tetangga.

"Kalau tidak, bukan saya saja yang dirugikan, tapi masyarakat Sumbar pada umunhya juga rugi. Sebab, buruknya akses transportasi membuat ekonomi Sumbar akan semakin terpuruk," ujarnya.

"Kemudian harga barang-barang di pasaran juga akan semakin meningkat, karena distrubutor terpaksa menaikan harga barangnya di pasaran untuk menutupi biaya operasional barang ke Sumbar yang tergolong cukup tinggi," sambung Seri.

Terkait adanya rencana konektivitas Sumatera melalui kereta api, Walinagari Rawang Gunung Malelo Surantih itu menilai rencana tersebut sangat bagus dan dirinya sebagai pengusaha, sangat mendukung rencana tersebut.

Hanya saja, kata Seri, pemerintah nampaknya masih kurang bergerak cepat. Padahal banyak keuntungan jika daerah-daerah di Sumatera ini dihubungkan dengan kereta api. "Perputaran pengiriman barang bisa cepat dan lancar jika kereta api di Sumbar bisa terkoneksi dengan semua daerah di Sumatera," tuturnya. [M.Noli Hendra]

Penulis: Riki