Perawat Indonesia Dapat Kesempatan Kerja di Jepang, Gaji Rp35 Juta Perbulan

Ilustrasi
Ilustrasi (iStock)

NASIONAL, KLIKPOSITIF -- Pemerintah membuka kesempatan kerja di Jepang bagi perawat Indonesia. Hal ini merupakan bagian kerjasama ketenagakerjaan antara pemerintah RI dengan Jepang .

Untuk kesempatan ini, setiap perawat yang beminat jadi imigran di negeri Sakura itu punta kesempatan untuk mendapatkan gaji sebesar 280 ribu yen atau sekitar Rp35 juta setiap bulannya.

baca juga: Indonesia dan Jepang Perpanjang Kerjasama Transaksi Keuangan Tanpa Gunakan Dollar AS

"Gaji segitu bisa didapatkan jika pekerja migran Indonesia yang bekerja sebagai perawat telah lulus ujian perawat ," kata Direktur Pengembangan Pasar Kerja Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), Roostiawati, di Jepang , dalam keterangan resminya.

Tidak hanya gaji besar, ia menjelaskan bahwa, perawat yang lulus ujian nasional (registered nurse Jepang ) bisa bekerja di Jepang sampai dengan pensiun dan diijinkan membawa keluarganya.

baca juga: Kawasaki Luncurkan Ninja Bermesin Kecil, Kawasaki Ninja 125 2022

"Skema ini merupakan kerjasama antar pemerintah sehingga resiko kerja amat minim. Kerjasama yang tertuang dalam Economic Partnership Agreement [IJ-EPA] telah berlangsung selama 10 tahun," sebut dia.

Indonesia mencatat Pemerintah Jepang saat ini membutuhkan setidaknya sekitar 500 orang caregiver atau di Jepang disebut Kaigofukushishi setiap tahunnya.

baca juga: Perdana Dimasa Pandemi, Sumbar Berangkatkan 20 Pekerja Imigran ke Jepang

Kebutuhan itu sulit dipenuhi dari pasar tenaga kerja di dalam negeri Jepang sendiri dengan populasi lanjut usia  di sana yang sangat besar. Pasalnya penduduk usia diatas 100 tahun jumlahnya sudah mencapai 15.000 di Jepang .

Sementara itu, Direktur Pemagangan Kemnaker Asep Gunawan menegaskan bahwa siswa pemagangan yang berada di Jepang bukan bagian dari pekerja migran Indonesia.

baca juga: Atlet Belarusia di Olimpiade Jepang Minta Suaka, Terbang ke Polandia Rabu Depan

"Syarat mengikuti pemagangan di Jepang cukup mudah, lulusan SMK bisa, namun harus dibedakan antara pekerja migran Indonesia dengan pemagangan," terang Asep.

Menurutnya skema pemagangan mewajibkan siswa kembali ke Indonesia. Kendati demikian, ketika siswa sudah bekerja di Indonesia dan memutuskan untuk kembali bekerja di Jepang , maka dia sudah menjadi pekerja migran.

"Lenyelenggaraan pemagangan ke Jepang oleh Kemnaker telah berlangsung sejak 1993, dan melalui program ini telah diberangkatkan sebanyak 73.990 orang peserta," papar dia.

Sebagai informasi, permintaan magang untuk careworkers di Jepang diperkirakan mencapai 550.000 orang sampai dengan 2025.(*)

Penulis: Ocky Anugrah Mahesa