Potensi Besar Ekspor, Pemerintah Perluas Kebun Manggis di Sumbar

Ilustrasi
Ilustrasi (Net)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Pemerintah Provinsi Sumatera Barat melirik adanya potensi besar ekspor dari buah Manggis yang dilakukan oleh PT Bumi Alam Sumatera. Perusahaan itu merupakan eksportir Manggis ke Guangzou dan Beijing.

Gubernur Sumbar , Irwan Prayitno mengatakan dengan potensi demikian pihak kabupaten dan kota bisa melakukan pengembangan perkebunan Manggis untuk menopang ekspor tersebut.

baca juga: Alwis Ajak Masyarakat Sukseskan MTQ Nasional di Sumbar

" Manggis kita kualitasnya bagus, Bupati dan walikota bisa kembangkan ini sebagai penggerak ekonomi petani," katanya dalam Rapat Koordinasi Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota Se Sumbar tahun 2018, Senin 12 November 2018 di Padang.

Dengan adanya potensi ekspor yang cukup besar tersebut, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Sumatera Barat Candra mengatakan pemerintah mengupayakan penambahan luas kebun dengan target sejuta batang manggis .

baca juga: Gubernur Sumbar: Seleksi MTQ Nasional Sudah Sesuai Aturan

Ia menjelaskan, saat ini terdapat 8 ribu hektare kebun manggis dengan estimasi 800 ribu pohon manggis yang menyebar di Sumbar . Dengan produksi 34 ribu ton pertahun. Dari angka itu, 10 ribu ton di ekspor ke ke Cina melalui PT Bumi Alam Sumatera.

"Kami sedang mengupayakan penambahan luas kebun mencapai 10 ribu hektare dengan estimasi sejuta batang dan target 80 ribu ton per tahun," ucap Candra.

baca juga: Awasi 100 Kampanye Tatap Muka Bawaslu Solsel Ingatkan Paslon Patuhi Protokol Kesehatan

Menurut dia, dengan 800 pohon Manggis itu, sejauh ini produksi komoditas buah-buahan tersebut juga belum banyak karena sifatnya yang berjenjang. "Berproduksi itu sekitar 300 sampai 400 ribu batang," ujar dia.

Selain penambahan luas lahan, kualitas Manggis juga diupayakan dengan penguatan lembaga, sertifikasi kebun untuk menjaga kualitas buah.

baca juga: Peduli Usaha Mikro di Tengah Pandemi, Bank Nagari Berikan Pinjaman Tanpa Agunan

"Sebenarnya India juga mintak ekspor , namun karena Cina yang baru langsung. Maka Cina yang baru kami penuhi," pungkas dia kemudian.

[Joni Abdul Kasir]

Penulis: Ocky Anugrah Mahesa