Pemerintah Libatkan Kanada Dorong Ekspor Kopi Gayo

Ilustrasi
Ilustrasi (Net)

EKONOMI, KLIKPOSITIF -- Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (Ditjen PEN) Kementerian Perdagangan mendatangkan pembeli potensial asal Kanada untuk bertemu dengan pengusaha kopi gayo di Takengon, Aceh Tengah.

Hal ini dilakukan untuk mendorong ekspor nonmigas , khususnya produk kopi khas Indonesia. Selain itu, langkah tersebut juga bagian implementasi kerja sama Kemendag dengan Global Affairs Canada dalam Trade and Private Sector Assistance (TPSA) Project.

baca juga: 9 Manfaat Unik Kopi

Dirjen PEN Kemendag, Arlinda mengatakan, dari kunjungan tersebut, nilai kontrak yang telah terjalin sebesar USD 2,6 juta untuk pengiriman kopi pada periode November 2018-Juni 2019.

"Di luar kegiatan kunjungan ini, sudah terjadi transaksi ekspor langsung ke Kanada dan Amerika Serikat senilai USD 4 juta," katanya dikutip dari laman resmi Kementerian Perdagangan.

baca juga: Pemerintah Kembangkan Desa Devisa Untuk Tingkatkan Ekspor Kopi

Ia menjelaskan, nilai transaksi tersebut ditargetkan bisa meningkat dua kali lipat setelah melihat animo para pembeli yang datang.

"Selain itu, diharapkan melalui kegiatan ini terjadi transaksi dagang yang berkesinambungan," ucap Arlinda.

baca juga: Ekspor Batu Bara Sementara Dihentikan Pemerintah, DPR: yang Masih Ekspor Sanksi

Menurut dia, pada kunjungan ini para buyer melihat langsung proses budidaya dan produksi di kebun kopi .

"Kunjungan langsung pembeli akan memberi informasi secara langsung bagaimana kopi gayo ditanam dan diproses. Selain itu, akan memberikan keyakinan pada buyer akan kualitas kopi gayo," tandasnya.

baca juga: Puluhan Ribu Pelanggan PLN Terancam, Pemerintah Larang Sementara Ekspor Batubara

Sebelumnya, para pembeli ini telah melakukan kontak dengan pengusaha kopi gayo binaan membahas contoh produk yang akan ditinjau.

Perusahaan kopi gayo binaan TPSA Project yang dikunjungi buyer Kanada adalah Koperasi Arinagata, PT. Meukat Komuditi Gayo, PT. Orangutan Lestari, Koperasi Redelong Organik, dan Koperasi Kopi Wanita Gayo (Kokowagayo).

Arlinda mengungkapkan, kunjungan pembeli ini juga merupakan salah satu tindak lanjut partisipasi pengusaha kopi dari Takengon pada pameran Global Specialty Coffee Expo di Seattle, Amerika Serikat awal tahun 2018 lalu.

Pada pameran tersebut, Kemendag melalui TPSA project memfasilitasi lima perusahaan/produsen kopi dari wilayah Gayo, Nangroe Aceh Darussalam untuk berpartisipasi dalam pameran.

Sementara itu Direktur Kerja Sama Pengembangan Ekspor Marolop Nainggolan menambahkan, para produsen kopi gayo di Aceh Tengah sebelumnya telah mendapatkan pembinaan dan telah mengikuti pameran internasional di Amerika Serikat selama dua tahun berturut-turut.

"Oleh sebab itu, kualitas produk dan kapasitas perusahaan dalam produksi kopi gayo tidak perlu diragukan lagi," ujarnya.

Kopi gayo merupakan salah satu kopi jenis khas arabika yang dimiliki Indonesia yang tumbuh di dataran tinggi Gayo (Gayo Highland).

Dikarenakan tumbuh di dataran tinggi, kopi gayo memiliki keunikan dalam segi rasa dan tekstur, seperti memiliki cita rasa buah-buahan, bunga, dan tanaman lainnya.

Hal ini dapat dilihat dari hasil penilaian buyer saat uji rasa contoh kopi gayo milik perusahaan binaan TPSA Project yang memiliki nilai rata-rata di atas 84.(*)

Penulis: Ocky Anugrah Mahesa