Utang 10 BUMN Ini Tembus Rp4 Ribu Triliun Lebih Hingga Kuartal III 2018

Ilustrasi
Ilustrasi (Net)

EKONOMI, KLIKPOSITIF -- Sepuluh perusahaan plat merah mencatatkan nilai utang yang fantastis pada kuartal III tahun 2018. Nilainya mencapai Rp4 ribu triliun lebih.

Menurut catatan Kementerian BUMN , total utang 10 BUMN itu mencapai Rp4.478 trilun. Jumlah itu terbilang naik 10,78 persen dari posisi akhir tahun 2017 lalu yang mencapai Rp4.042 triliun.

baca juga: Tim Inovasi Semen Padang Raih 5 Penghargaan pada Anugerah SIG Group Innovation Tahun 2020

Deputi Bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha Kementerian BUMN Aloysius Kiik Ro mengataka bahwa secara keseluruhan total utang perseroan pelat merah per September 2018 mencapai Rp5.271 triliun.

Dari jumlah tersebut, ia merinci sektor keuangan mendominasi dengan Rp3.311 triliun. 

baca juga: Pertanyaan Deddy Corbuzier Ini Bikin Iis Dahlia Terdiam

"Komponen terbesarnya berupa simpanan dana pihak ketiga yang mencapai 74% (Rp2.248 triliun) dari utang sektor keuangan," katanya dikutip dari Bisnis Indonesia.

Ia menjelaskan sektor nonkeuangan berkontribusi Rp1.960 terhadap total utang BUMN per kuartal III 2018. Kontribusi terbesar berasal dari sektor listrik Rp543 triliun atau 28%.

baca juga: Ancam Vicky Prasetyo Terkait Masalah Utang, Vivi Paris : Saya Tunggu Satu atau Dua Minggu

Kontribusi terbesar kedua, sambungnya, berasal dari BUMN sektor minyak dan gas sebesar Rp522 triliun atau 27%. Selanjutnya, sektor properti dan konstruksi berkontribusi Rp317 triliun atau setara 16%.

"Kontribusi sektor properti dan konstruksi karena kontribusi mereka terhadap infrastruktur," jelasnya kemudian.

baca juga: TKMPN 2020, Inovator PT Semen Padang Raih 4 Platinum dan 2 Gold

Adapun 10 BUMN itu adalah:
- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
- PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
- PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.
- PT Perusahaan Listrik Negara (Persero)
- PT Pertamina (Persero)
- PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk.
- PT Taspen (Persero)
- PT Waskita Karya (Persero) Tbk.
- PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk., dan
- PT Pupuk Indonesia (Persero).(*)

Penulis: Ocky Anugrah Mahesa