Pemko Payakumbuh Bakal Jual Rendang ke Pasar Internasional

Ilustrasi Rendang
Ilustrasi Rendang (Net)

PAYAKUMBUH, KLIKPOSITIF -- Pemerintah Kota Payakumbuh mencoba peruntungan dengan memperdagangan makanan khas Minangkabau, Rendang ke pasar internasional.

Rencana itu merupakan bagian dari program Payakumbuh Kota Rendang yang rencananya akan diluncurkan pada bulan Desember ini.

baca juga: Dua Pekan Jelang Idul Adha, Kadis Pangan Payakumbuh Sebut Harga Sembako Stabil

Wakil Wali Kota Payakumbuh , Erwin Yunaz mengatakan saat ini pihaknya tengah melakukan persiapan peluncuran program. Semua persiapan pun sudah dilakukan.

"Seluruh persiapan yang menjadi tanggung jawab Pemko Payakumbuh sudah siap seluruhnya. Baik itu teknologi, tempat, tenaga kerja, branding, kemasan hingga pemasaran sudah rampung," katanya, Rabu 5 Desember 2018.

baca juga: Tak Puas dengan Infrastruktur, Warga Payakumbuh Bisa Lapor Melalui Singatur

Ia menyebutkan saat ini, pihaknya tengah berkoordinasi dengan DPRD setempat terkait rincian pelaksanaan program tersebut.

Menurut dia, makanan terlezat di dunia versi CNN ini bisa merambah pasar internasional dengan memanfaatkan kreasi pengemasan, dan kreatifitas pengolahan.

baca juga: Ratusan Guru di Payakumbuh Ikut Tes Swab Massal, Ini Alasannya

"Kunci untuk mengaplikasikan program ini sudah berada di Payakumbuh. Kami dari Pemko Payakumbuh sudah siap untuk memproklamirkan diri sebagai kota Randang," sebut dia.

Bahkan, sebut dia, sebelum peluncuran program ini dilakukan, pihaknya sudah mendapatkan pesanan Rendang dari dalam dan luar negeri.

baca juga: Tak Ingin Kawasan Batang Agam Semrawut, Wako Payakumbuh Ingatkan Jajarannya Terkait Hal Ini

Pemesanan itu berdatangan dari kegiatan promosi yang dilakukan pemerintah ke beberapa negara di Timur Tengah, Eropa dan Amerika.

Erwin menjelaskan bahwa, untuk mendukung rencana bisnis tersebut pihaknya melibatkan sebanyak 21 UMKM binaan Dinas Koperindag dan UMKM.

Sebanyak 21 UMKM itu, tambah dia telah dilatih untuk membuat aneka ragam Rendang sesuai yang diminta oleh konsumen.

Tidak hanya itu, pemerintah juga sudah mendapatkan kerjasama dari beberapa pihak untuk ikut serta dalam bisnis ini.

"Pembicaraan lebih lanjut ini masih akan dilakukan mengingat selera dan keinginan setiap masyarakat berbeda, Rendang ini harus disesuaikan dengan kebiasaan konsumen," ucap Erwin.

"Misalkan beberapa Negara Timur Tengah, lebih menyukai Rendang kering dan tidak suka Rendang yang berminyak. Atau di Eropa yang suka Rendang yang dibungkus kecil-kecil seperti permen kemasan," pungkasnya kemudian.

[Taufik Hidayat Kampai]

Penulis: Ocky Anugrah Mahesa