Sepanjang Oktober 2018, ULN Tumbuh 5,3 Persen

Ilustrasi
Ilustrasi (Net)

EKONOMI, KLIKPOSITIF -- Bank Indonesia mencatat, sepanjang bulan Oktober 2018 Utang Luar Negeri (ULN) tumbuh 5,3 persen. Jumlah itu lebih tinggi dari bulan sebelumnya.

Pada bulan September, berdasarkan catatan bank sentral itu, pertumbuhan Utang Luar Negeri hanya 4,2 persen. Kendati begitu, BI mengklaim laju utang tetap terkendali.

baca juga: Sebulan Utang Pemerintah Naik Rp120,3 Triliun, Posisi Sekarang Rp5.877,17 Triliun

Bank Indonesia merinci, saat ini ULN Indonesia hingga bulan Oktober 2018 mencapai 360,5 miliar dolar AS. Hal itu merupakan jumlah utang pemerintah dan swasta.

Total ULN tersebut terdiri dari utang pemerintah dan bank sentral sebesar 178,3 miliar dolar AS, serta utang swasta termasuk BUMN sebesar 182,2 miliar dolar AS.

baca juga: Pertanyaan Deddy Corbuzier Ini Bikin Iis Dahlia Terdiam

Posisi ULN pemerintah pada akhir Oktober 2018 sebesar 175,4 miliar dolar AS atau tumbuh 3,3% (yoy), meningkat dibandingkan dengan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 2,2% (yoy). 

Kendati tumbuh meningkat, nilai nominal ULN pemerintah pada Oktober 2018 tersebut lebih rendah dibandingkan dengan posisi September 2018 yang mencapai 176,1 miliar dolar AS.

baca juga: Ancam Vicky Prasetyo Terkait Masalah Utang, Vivi Paris : Saya Tunggu Satu atau Dua Minggu

"Penurunan tersebut terutama disebabkan turunnya posisi pinjaman dan SBN yang dimiliki oleh investor asing," tulis BI dalam sebuah rilis.

Kondisi berbeda terjadi pada ULN swasta. Sepanjang Oktober 2018, ULN swasta mengalami peningkatan 7,7% (yoy), dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang tumbuh 6,7% (yoy).

baca juga: Perangi Pandemi Virus Corona, Indonesia Pinjam Rp15,3 triliun ke Australia

Peningkatan ini didorong oleh pertumbuhan ULN pada sektor pengadaan listrik, gas, uap/air panas (LGA).

ULN swasta tersebut sebagian besar dimiliki oleh sektor jasa keuangan dan asuransi, sektor industri pengolahan, sektor LGA, serta sektor pertambangan dan penggalian. 

Sementara pangsa ULN di keempat sektor tersebut terhadap total ULN swasta mencapai 72,9%, relatif sama dibandingkan dengan pangsa pada bulan sebelumnya.

Dari data tersebut, BI menilai struktur ULN Indonesia tetap sehat. 

Hal ini tercermin dari rasio ULN Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada akhir Oktober 2018 yang tetap stabil di kisaran 34%. 

"Rasio tersebut masih lebih baik dibandingkan dengan rata-rata negara peers."

Di samping itu, dia menjelaskan struktur ULN Indonesia tetap didominasi ULN berjangka panjang yang memiliki pangsa 86,9% dari total ULN.(*)

Penulis: Ocky Anugrah Mahesa