Pemko Payakumbuh Buka Outlet Rendang di Bandara Minangkabau

Ilustrasi
Ilustrasi (Net)

PAYAKUMBUH, KLIKPOSITIF -- Pemerintah Kota Payakumbuh melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan Pasar dan UMKM membuka sebuah outlet yang menjual Rendang asli kota itu di Bandara Internasional Minangkabau (BIM).

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Pasar dan UMKM Kota Payakumbuh , Dahler menyebut, tahun ini konsentrasi pihaknya adalah memastikan Payakumbuh City of Randang bisa menggema di dunia internasional.

baca juga: Terganggu Pandemi COVID-19, Sejumlah Program Kejari Payakumbuh Harus Disesuaikan

Menurut dia, BIM sebagai pintu masuk utama menuju Sumbar diyakini sebagai lokasi yang tepat untuk mempromosikan randang asli Payakumbuh.

"Pembicaraan dengan pihak Angkasa Pura telah kami lakukan. Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini bisa terlaksana," katanya, Kamis 3 Januari 2019.

baca juga: Kurban Rendang Perdana Dinilai Sukses, Wako Payakumbuh Targetkan Lebih Banyak Sapi Tahun Depan

Ia menjelaskan, untuk membuka outlet di BIM tersebut, pihaknya menyediakan anggaran sebesar Rp200 juta untuk bisa menyewa outlet di bandara.

"Sekarang kita memang fokus untuk menggemakan Payakumbuh City of Randang. Untuk outlet ini kami sediakan modal Ro200 juta," lanjutnya.

baca juga: Ada yang Protes Terkait Diperpanjangnya Masa Belajar Siswa di Rumah, Ini Jawaban Wako Payakumbuh

Menurut Dahler, dalam pengembangan Paykumbuh City of Rendang , pihaknya memang serius dalam melakukan promosi, apabila memang prospek dari outlate di BIM sesuai dengan rencana, pihaknya akan mulai mengembangkan sayap ke bandara-bandara lain di Sumatera.

"Salah satu yang juga akan kita jajaki adalah membuka outlate di Bandar Udara Internasional Sultan Syarif," katanya.

baca juga: KPN Husada Syariah RSUD Adnaan WD Wakili Payakumbuh untuk Lomba Koperasi Tingkat Sumbar

Kota Payakumbuh memang tercatat sudah memiliki cukup banyak UMKM khusus rendang . Sampai akhir 2018 tercatat 33 UMKM yang memproduksi rendang . Produksi rendang setiap harinya di daerah tersebut mencapai 1.147 kilogram

"Yang sudah memenuhi syarat pemasaran untuk nasional ada 10 UMKM, tapi untuk yang bisa menembus pasar internasional baru tiga, yaitu Randang Gadih, Randang Riri, dan Randang Erika," pungkas Dahler kemudian.

[Taufik Hidayat Kampai]

Penulis: Ocky Anugrah Mahesa