Laju Kredit Capai 71,7 Persen Pada Akhir Tahun 2018

Ilustrasi
Ilustrasi (Net)

EKONOMI, KLIKPOSITIF -- Bank Indonesia mengindikasikan bahwa pertumbuhan triwulanan kredit baru meningkat pada triwulan IV-2018.

Hal tersebut tercermin dari Saldo Bersih Tertimbang (SBT) permintaan kredit baru triwulan IV-2018 sebesar 71,7%, meningkat dibandingkan 21,2% pada triwulan sebelumnya.

baca juga: BI: Stabilitas Keuangan Daerah pada Triwulan II 2020 di Sumbar Tetap Terjaga

Peningkatan tersebut bersumber dari semua jenis penggunaan kredit , baik modal kerja, investasi, maupun konsumsi.

Sementara itu, pertumbuhan kredit pada triwulan I-2019 diprakirakan melambat sejalan dengan pola historisnya yang menunjukkan kebutuhan pembiayaan nasabah masih terbatas di awal tahun.

baca juga: Revisi RUU Bank Indonesia, Pengamat: Masuknya Kepentingan Politik Pernah Ada Saat Dewan Moneter Terbentuk 1953

Pertumbuhan kredit yang diprakirakan melambat pada triwulan I-2019 disertai dengan standar penyaluran kredit yang akan lebih ketat.

Hal ini tercermin dari Indeks Lending Standard sebesar 14,6%, lebih tinggi dibandingkan dengan -1,4% pada triwulan sebelumnya.

baca juga: Jangan Tertipu! Ini Ciri-Ciri Uang Baru Rp 75 Ribu yang Asli

Pengetatan penyaluran kredit terutama akan dilakukan terhadap kredit investasi dan kredit modal kerja, yaitu pada aspek tingkat suku bunga kredit .

Namun demikian, aspek lainnya seperti perjanjian kredit dengan nasabah, persyaratan administrasi, biaya persetujuan kredit , dan jangka waktu kredit yang diberikan akan lebih longgar pada triwulan I-2019.

baca juga: Ini Makna Uang Pecahan Baru yang Terbit di HUT Kemerdekaan RI Ke-75

Hasil survei mengindikasikan responden tetap optimis terhadap pertumbuhan kredit untuk keseluruhan tahun 2019.

Responden memprakirakan pertumbuhan kredit pada 2019 akan mencapai 12,2%. Optimisme tersebut didorong oleh prakiraan pertumbuhan ekonomi yang tetap baik pada 2019 dan rasio kecukupan modal bank yang meningkat.(*)

Penulis: Ocky Anugrah Mahesa