Pemerintah Targetkan Defisit APBN-P 2,35 Persen dari PDB

Menteri Keuangan Bambang P.S. Brodjonegoro
Menteri Keuangan Bambang P.S. Brodjonegoro (http://www.kemenkeu.go.id/)

KLIKPOSITIF - Pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menyepakati target defisit dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2016 sebesar Rp296,7 triliun, atau 2,35 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Dilansir dari laman kemenkeu, Menteri Keuangan Bambang P.S. Brodjonegoro menilai, target defisit akan memberikan ruang fiskal yang lebih luas bagi pemerintah untuk merespons berbagai dinamika yang terjadi, termasuk dalam menghadapi dampak keluarnya Inggris dari Uni Eropa (Brexit).

baca juga: Penuhi Kebutuhan Hunian Layak Bagi MBR, PUPR Targetkan Bantuan Subsidi Perumahan 2021 Sebanyak 222.876 Unit

"Ini memberikan ruang fiskal yang lebih luas untuk merespons dinamika global dan domestik yang akan berkembang di tahun berjalan ini, termasuk dampak dari keluarnya Inggris dari Uni Eropa,” urainya dalam Rapat Paripurna DPR di Jakarta, Selasa (28/06).

Selain itu, menurutnya, target defisit ini menjadikan APBN-P 2016 menjadi lebih prudent. “Hal ini menjadikan APBN Perubahan tahun 2016 menjadi lebih lebih prudent,” jelasnya.

baca juga: Anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional 2021 Naik Jadi Rp553 Triliun, Ini Peruntukannya

Sebagai informasi, sebelumnya, dalam Rancangan APBN-P 2016, pemerintah mengusulkan target defisit sebesar Rp313,3 triliun, atau 2,48 persen dari PDB.

Penulis: Fitria Marlina