Ini Langkah Pemerintah Genjot Penerimaan Pajak

Menkeu Bambang P.S. Brodjonegoro memberikan penjelasan kepada awak media terkait APBN-P 2016 dan Program Pengampunan Pajak di Aula Mezzanine, Kantor Pusat Kemenkeu, Jakarta pada Rabu (29/06)
Menkeu Bambang P.S. Brodjonegoro memberikan penjelasan kepada awak media terkait APBN-P 2016 dan Program Pengampunan Pajak di Aula Mezzanine, Kantor Pusat Kemenkeu, Jakarta pada Rabu (29/06) (http://www.kemenkeu.go.id/)

KLIKPOSITIF - Pendapatan Negara dan Hibah dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) tahun 2016 ditetapkan sebesar Rp1.786,2 triliun. Dari jumlah tersebut, penerimaan perpajakan ditetapkan sebesar Rp1.539,2 triliun.

Dilansir dari laman kemenkau, Untuk mencapai target penerimaan perpajakan tersebut, pemerintah akan menggenjot melalui program Pengampunan Pajak (tax amnesty)dan melakukan ekstensifikasi dan intensifikasi penerimaan pajak serta kepabeanan dan cukai.

baca juga: Anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional 2021 Naik Jadi Rp553 Triliun, Ini Peruntukannya

“Di luar tax amnesty, kita akan melakukan ekstensifikasi, kita akan mencari wajib pajak yang selama ini masih belum terjangkau,” jelas Menteri Keuangan Bambang P.S. Brodjonegoro.

Upaya lain yang akan ditempuh pemerintah antara lain dengan menggenjot potensi penerimaan dari wajib pajak orang pribadi, yang telah mulai dilakukan sejak awal tahun 2016 ini.

baca juga: Potensi Wakaf Per Tahun Ribuan Triliun, Jokowi Nilai Perlu Perluasan Cakupan Pemanfaatan

Selain itu, pemerintah juga akan melakukan pemeriksaan terhadap Penanaman Modal Asing (PMA) nakal yang tidak menjalankan kewajiban pajaknya secara benar. “Kita juga akan melakukan pemeriksaan PMA yang selama ini diduga menghindari pajak, karena selalu mengklaim rugi,” katanya.

Penulis: Fitria Marlina