Presiden Tegaskan Pengampunan Pajak untuk Repatriasi Aset

Presiden Jokowi
Presiden Jokowi (http://setkab.go.id/)

KLIKPOSITIF - Presiden menegaskan, tax amnesty bukan semata-mata memberikan pengampunan pajak tapi repatriasi aset. Pengembalian aset berupa pengembalian modal yang tersimpan di bank luar negeri atau di cabang bank luar negeri ke Indonesia.

Dilansir dari laman setkab, hal itu diharapkan para pengampun pajak bisa menaruh kembali asetnya di Indonesia seiring dengan perkembangan kerja sama perpajakan internasional di level G20, OECD, dan non OECD.

baca juga: Miliki Harga Jual Jutaan Rupiah per Kilogram, Begini Tips Tanam Emas Hijau di Rumah

“Kita ingin negara kita kompetitif dalam hal perpajakan. Kalau negara lain melakukan dan menjadi sebuah daya tarik, kita juga bisa melakukan itu. Jadi tidak hanya berhenti di Undang-Undang Tax Amnesty ada tindaklanjutnya,” kata Presiden Jokowi saat memberikan sambutan pada peluncuran Program Pengampunan Pajak beberapa waktu lalu.

Presiden mengakui, pihaknya juga sudah berkali-kali bertemu dengan Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk menyiapkan instrumen-instrumen investasi.

baca juga: Penataan dan Pengembangan Pasar Jadi Prioritas, Pemko Padang Panjang Tertibkan PKL

“Apabila uang itu berbondong-bondong masuk ke negara kita. Hal ini juga sudah kita bicarakan dengan aparat, sudah kita bicarakan, baik dengan Kejaksaan Agung, dengan Kapolri, dengan KPK, dengan PPATK, supaya semuanya jelas, supaya semua terang benderang dan glambang. Ini hanya untuk satu, pembangunan bangsa dan negara, tidak ada yang lain,” tegas Presiden.

Ia menyebutkan, instrumen-instrumen itu di antaranya adalah Surat Berharga Negara (SBN), ada infrastructur bond, ada nanti reksadana penyertaan terbatas, kontrak pengelolaan dana. “Semuanya disiapkan, obligasi BUMN juga disiapkan, jadi mau masuk kemanapun. Ini sudah disiapkan instrumennya, tapi juga cepet-cepetan kalau yang masuk masih nunggu-nunggu tahun depan ya tidak dapat,” ujar Presiden.

baca juga: Produksi Berkurang, Harga TBS Sawit Melejit di Padang Pariaman

Penulis: Fitria Marlina