Harga Avtur Turun, Menteri BUMN Jamin Keuangan Pertamina

Ilustrasi
Ilustrasi (Pertamina)

EKONOMI, KLIKPOSITIF -- Menteri Badan Usaha Milik Negara ( BUMN ), Rini Sumarno, menjamin keuangan PT Pertamina  (Persero) tidak terganggu akibat penurunan harga avtur.

Menurut dia, Pertamina kini telah mengefisiensikan biaya-biaya yang masih menggerus dana operasional. Misalnya, Pertamina menggandeng Pelindo I-IV untuk mendistribusikan bahan bakar minyak (BBM).

baca juga: Sambut Idul Adha, Pertamina Tambah Elpiji di Sumbar Ratusan Ribu Tabung

"‎Nah untuk menjaga mendapat profit, efisiensi harus dilakukan. Ini selalu saya tekankan betul kepada BUMN - BUMN , lihat lagi struktur biayanya dan efisiensikan‎," katanya dilansir dari Suara.com-jaringan KLIKPOSITIF .

Dalam hal ini, Rini mempertanyakan pihak-pihak yang menyebut harga avtur Indonesia mahal. Menurut dia, harus ada data yang membuktikan harga avtur Indonesia mahal.

baca juga: Interlock Brick Produksi Semen Padang Hemat Hingga 20 Persen, Diproduksi Massal Tahun 2021

"Kami menyadari sekarang itu suka-suka orang bicara, avtur Pertamina mahal, dihitung dari mana? kalau lihat kalkulasinya di Soekarno-Hatta, Pertamina sudah sangat kompetitif ya, dekat dengan Singapura," ucap dia.

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengatakan, meski harga jual avtur turun, tetapi harga minyak dunia sesuai Mean of Plat Oil Singapore (M‎OPS) juga turun. Karenanya, pendapatan Pertamina tidak tergerus dengan penurunan harga avtur .

baca juga: Uji Coba Berhasil, Pertamina Siap Produksi Green Diesel dari Minyak Kepala Sawit

PT Pertamina (Persero) telah melakukan penyesuaian harga jual avtur yang berlaku pada 16 Februari 2019 mulai pukul 00.00 WIB.

Media Communication Manager Pertamina Arya Dwi Paramita menjelaskan, harga baru avtur ini sesuai Keputusan Menteri ESDM No 17/2019 tentang Formula Harga Dasar dalam Perhitungan Harga Jual Eceran Jenis BBM Umum Jenis Avtur yang Disalurkan Melalui Depot Pengisian Pesawat Udara.

baca juga: Semen Padang Raih Penghargaan BPJS Kesehatan

Untuk periode kali ini (16 Februari 2019) harga avtur mengalami penurunan dibandingkan periode sebelumnya.

Sebagai contoh, harga avtur  (published rate) untuk bandara Soekarno Hatta Cengkareng mengalami penurunan dari sebelumnya Rp8.210 per liter menjadi Rp7.960 per liter.

Harga ini lebih rendah sekitar 26 persen dibandingkan harga avtur  (published rate) di Bandara Changi Singapura yang terpantau per tanggal 15 Februari 2019 sekitar Rp10.769 per liter.(*)

Penulis: Ocky Anugrah Mahesa