Teman Sering Pinjam Uang? Pastikan Dulu Empat Hal Ini

Ilustrasi
Ilustrasi (Pixabay)

KLIKPOSITIF - Bagi sebagian orang, meminjamkan uang pada teman mungkin bukan masalah. Apalagi jika emang kondisi keuangan sedang sehat. Meski begitu, tidak bisa dipungkiri urusan uang adalah hal yang sensitif. Tidak sedikit yang terjebak pada situasi sulit gara-gara urusan utang-utangan ini, bahkan bisa menyebabkan hubungan pertemanan jadi renggang gara-gara urusan utang.

Jadi, meskipun kepada teman dekat meminjamkan uang tetap tidak bisa sembarangan. Untuk Anda yang akan memberikan pinjaman pada teman, sebaiknya perhatikan empat hal berikut menurut Financial Planner Budi Rahrdjo.

baca juga: OJK: Tren Restrukturisasi Kredit Terus Melandai

1. Tanyakan untuk apa uang tersebut

Anda berhak menanyakan uang tersebut digunakan untuk apa. Bank saja akan bertanya jika Anda akan meminjam uang, masa Anda tidak? Jika mereka merasa tersinggung saat Anda bertanya, maka bisa jadi pertimbangan untuk Anda menolak meminjamkankan uang padanya. Anda berhak tahu karena ini menyangkut uang Anda juga.

baca juga: Berangkat Aman, Belanja Nyaman dengan Bluebird Group, Shopee Indonesia, dan ShopeePay

2. Perhatikan Siapa yang Meminjamnya

Walau statusnya teman, belum tentu Anda benar-benar mengenal satu sama lain. Jika ingin meminjamkan uang, pastikan Anda sudah tahu bagaimana teman Anda bakal mengembalikannya. Apakah dia memiliki penghasilan tetap? atau Apakah dia punya reputasi buruk? Jangan asal meminjamkan uang, sebab bila tidak segera dikembalikan uangnya, maka Anda yang akan kesulitan.

baca juga: Bangun Generasi Indonesia yang Financially Fit, OCBC NISP Luncurkan Solusi Finansial Fitness

 3. Buatlah Perjanjian
Sekalipun nominalnya kecil, Anda tetap harus tahu kapan uang bakal dikembalikan. Apalagi kalau pinjaman dalam jumlah besar, maka diperlukan perjanjian pelunasan. Selalu ada kemungkinan uang yang Anda pinjamkan tidak pernah terlunasi. Oleh sebab itu, sebaiknya jangan pernah meminjamkan uang lebih besar dari yang masih bisa Anda ikhlaskan. Tapi, jika memang kondisinya mendesak dan Anda ingin membantu, buatlah surat perjanjian yang disahkan di hadapan notaris biar berlaku di mata hukum. Terdengar lebay sih, tapi hal ini buat menghindarkan Anda dari kerugian jika hal yang tidak diharapkan terjadi.

 4. Bicarakan Soal Pengembaliannya

baca juga: Fadli Bela Milenial: Ketiban Warisan Utang Menggunung dari Rezim Bingung

Ini harus jelas agar Anda tidak dirugikan. Jika dia berjanji akan mengembalikannya setelah 2 minggu dan dalam waktu tersebut dia mengingkarinya, maka Anda bisa menagihnya. Jika uang yang Anda pinjamkan cukup besar, sebaiknya buatlah surat perjanjian. Pastikan di dalamnya tertulis berapa jumlah uang yang dipinjam, kapan pengembaliannya, apakah dicicil atau langsung dikembalikan sepenuhnya, dan kesepakatan apa yang akan dilakukan jika ia terlambat mengembalikannya.

[Rahil Adilla]

Penulis: Fitria Marlina