Menkeu Sebut Tax Amnesty untuk Kepentingan Bangsa

Ilustrasi
Ilustrasi (http://statis.dakwatuna.com/)

KLIKPOSITIF - Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro meminta semua pihak mengedepankan kepentingan bangsa dan negara terkait implementasi kebijakan pengampunan pajak.

"Kami minta semua pihak mengedepankan kepentingan bangsa dan negara, jangan mendahulukan kepentingan pribadi, golongan, apalagi asing," kata Bambang menanggapi niat sejumlah LSM yang ingin menggugat UU Pengampunan Pajak di Jakarta, Senin.

baca juga: Miliki Harga Jual Jutaan Rupiah per Kilogram, Begini Tips Tanam Emas Hijau di Rumah

Ia tidak mempermasalahkan pengajuan "judicial review" atau uji materi UU Pengampunan Pajak ke Mahkamah Konstitusi, karena hak itu merupakan kewenangan warga negara di negara hukum.

Menurutnya kebijakan ini tidak hanya menambah penerimaan pajak, tetapi juga mendorong roda perekonomian nasional dan berguna bagi masyarakat luas.

baca juga: Penataan dan Pengembangan Pasar Jadi Prioritas, Pemko Padang Panjang Tertibkan PKL

Sementara itu, Direktur Jenderal Pajak Ken Dwijugiasteadi juga tidak khawatir dengan gugatan terhadap UU Pengampunan Pajak tersebut, karena itu merupakan hak setiap warga negara.

"Tidak apa-apa, karena ini negara demokrasi. Hanya saja yang menggugat harus paham juga, SPT-nya sudah benar atau tidak, jujur atau tidak? itu saja," ujar Ken.

baca juga: Produksi Berkurang, Harga TBS Sawit Melejit di Padang Pariaman

Disisi lain, Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo menyakini pemerintah dan DPR telah menyiapkan UU Pengampunan Pajak dengan baik, sehingga tidak perlu mengkhawatirkan adanya gugatan yang dilakukan oleh sekelompok LSM tertentu.

"Saya merasa ini adalah sesuatu yang biasa saja. Tapi kita tidak perlu khawatir ini nanti akan batal. Saya melihat respon masyarakat begitu positif, begitu undang-undang itu kelihatannya mau disetujui," ucap Agus.

baca juga: Pandemi Belum Reda, Jokowi Pastikan Jenis Bantuan Ini Terus Digulirkan

Dilansir dari laman Ant, kebijakan repatriasi modal ini diterapkan pada momen yang tepat ketika sedang terjadi perlambatan ekonomi global dan dana asing sedang mencari negara yang lebih aman untuk investasi.

Penulis: Fitria Marlina