BPS Sebut Dua Hal Ini yang Menjadi Biang Kerok Inflasi April 2019

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada April 2019 mengalami inflasi 0,44 persen.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada April 2019 mengalami inflasi 0,44 persen. (Suara.com)

KLIKPOSITIF -- Badan Pusat Statistik ( BPS ) mencatat pada April 2019 mengalami inflasi 0,44 persen. Artinya beberapa komoditas harga mengalami kenaikan pada bulan Maret.

Kepala BPS , Suhariyanto mengatakan, inflasi tersebut didapatkan setelah BPS memantau 82 kota pada April 2019.

baca juga: Menkominfo Jelaskan Alasan Pemerintah Terapkan Pengetatan Kegiatan Nataru

"Secara umum beberapa komoditas mengalami kenaikan. Inflasi April 0,44 persen agak tinggi, sedangkan Inflasi tahun kalender 0,80 persen, serta kalau dari tahun ke tahun 2,83 persen," kata Suhariyanto di Kantornya, Kamis (2/5/2019).

"Ini masih di bawah target 3,5 persen dan secara keseluruhan inflasi masih terkendali, dengan beberapa catatan harga komoditas yang mulai mengalami kenaikan," Suhariyanto menambahkan.

baca juga: Investor Tak Lagi Khawatir Covid-19 Varian Omnicron, Harga Minyak Dunia Terus Menguat

Suhariyanto mencatat, dari 82 kota diamati sebanyak 77 kota mengalami inflasi, sementara 5 kota mengalami deflasi.

Dia melanjutkan, inflasi tertinggi terjadi di kota Medan sebesar 1,30 persen. Sementara deflasi tertinggi terdapat di Manado sebesar 1,27 persen.

baca juga: Infrastruktur Merata, Investasi di Luar Jawa Semakin Meningkat

Pria yang akrab disapa Kecuk ini menambahkan, di lihat dari kelompok pengeluaran, inflasi bulan Maret karena kenaikan harga bawang putih, bawang merah dan tarif tiket pesawat.

"Komoditas ada andil inflasi, harga bawang merah alami peningkatan memberikan andil 0,44 persen, bawang putih memberikan 0,09 persen, cabai merah 0,13 persen. Sementara, kenaikan tarif udara, masih naik belum turun, pada April andil ke inflasi 0,03 persen," pungkas dia. (*)

baca juga: Dolar Menguat Saat Investor Tak Khawatirkan Omnicron, Dorong Emas Dunia Melemah

Penulis: Eko Fajri