Badan Ketahanan Pangan RI Sebut TTIC Sumbar Satu-satunya di Indonesia

penandatanganan pengisian bersama pangan ke TTIC oleh kabupaten/kota di Sumbar dan perusahaan umum lainnya saat peresmian Rumah Inflasi Toko Tani Indonesia Center (TTIC) di Jalan By Pass Km 15 Aie Pacah Padang, Rabu, 17 Juli 2019
penandatanganan pengisian bersama pangan ke TTIC oleh kabupaten/kota di Sumbar dan perusahaan umum lainnya saat peresmian Rumah Inflasi Toko Tani Indonesia Center (TTIC) di Jalan By Pass Km 15 Aie Pacah Padang, Rabu, 17 Juli 2019 (KLIKPOSITIF/Rangga)

PADANG, KLIKPOSITIF - Gubernur Sumatera Barat resmikan Rumah Inflasi Toko Tani Indonesia Center (TTIC) di Jalan By Pass Km 15 Aie Pacah Padang. Peresmian ini didampingi oleh Kepala Dinas Pangan Sumatera Barat Efendi dan Kepala badan ketahanan pangan Kementan RI Agung Hendriadi, Rabu 17 Juli 2019.

Hadir dalam kesempatan itu bupati /walikota se Sumatera Barat, perwakilan Bank Indonesia Sumbar, kepala OJK Sumbar, kepala pimpinan bank di Sumatera Barat, pimpinan asuransi Sunbar, kepala SKPD Sumbar, tim penggerak PKK se Sumatera Barat, stakeholder, pimpinan ritel dan suplier se Sumatera Barat, kepala UPTD di seluruh provinsi se Sumatera dan rektor Baiturrahmah.

baca juga: Meski Turun, Harga Emas Tetap di Atas Rp1 Juta Per Gram

Gubernur Sumatera Barat mengatakan kegiatan ini dilakukan untuk kepentingan masyarakat yang terinspirasi dengan kebijakan pusat yakni toko tani dan lembaga distribusi pangan masyarakat.  "Toko tani yang menambah komoditasnya dari yang berjumlah satu menjadi sepuluh. Prinsip yang kita gunakan dalam TTIC ini yakni menemukan produsen dan konsumen dengan tidak merugikan petani. Intinya menemukan konsumen dan produsen untuk mengendalikan inflasi. Semoga dengan penandatanganan kesepakatan komitmen dengan stakeholder ada harapan kelancaran stok pangan. Kita berharap camat dan lurah bisa menginformasikan ke masyarakat sehingga manfaatnya bisa dirasakan oleh masyarakat," harapnya.

Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementan RI Agung Hendriadi mengatakan Toko Tani Indonesia Center (TTIC) merupakan satu-satunya yang ada di Indonesia. "Artinya ada unit pengendali distribusi dan akses pangan. Ini hal yang membanggakan bagi kita. Semoga berkah bagi kita semua dan berharap bisa di contoh oleh provinsi lain," tuturnya.

baca juga: Anggota DPR Beri Catatan Soal Pemulihan Ekonomi COVID-19 dalam Omnibus Law

Ia mengungkapkan ketahanan pangan adalah menyediakan pangan dengan volume yang cukup dan harga yang wajar. "Wajar bagi petani dan cukup bagi ibu rmah tangga. Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) berkewajiban mengembalikan harga di tingkat petani yang wajar sehingga diharapkan melalui TTIC bisa mengembalikan harga," katanya.

Hari ini menurutnya untuk inflasi Sumbar month-on-month dari Mei-Juni untuk bahan makanan mencapai 1,07 persen, sedangkan untuk tingkat nasional 1,05 persen. "Ini artinya Sumbar untuk inflasinya masih di atas rata-rata nasional. Dengan fasilitas ini diharapkan nantinya turun pada Juni-Juli," jelasnya.

baca juga: Rupiah Diprediksi Bakal Melemah

Ia mengatakan tantangan hari ini adalah harga cabe yang mencapai kisaran Rp80 ribu hingga Rp100 rupiah, sedangkan harga di petani hanya Rp30 ribu. "Kita berharap hal ini bisa normal. Saya mewakili Kementan, terima kasih atas kegiatan ini. Kita harap bisa mengendalikan harga pangan sehingga juga berdampak ke pengendalian inflasi," jelasnya.

Kepala Dinas Pangan Sumatera Barat Efendi dalam sambutannya mengatakab UPTD ini merupakan inisiasi Gubernur Sumbar dalam mengelola inflasi. Tupoksinya sendiri adalah toko tani yang dibuat oleh kepala badan ketahanan pangan kementerian pertanian Republik Indonesia.

baca juga: Ingin Menabung dengan Efektif di Rumah, Ini Tips Sederhananya

"Kita berharap hal ini bisa mengilhami provinsi lain dalam membuat ini di daerah mereka dan menjadikan Sumbar sebagai contoh dalam membuat toko tani," katanya.

Ia mengatakan toko tani ini merupakan akses untuk semua lapisan masyarakat, khususnya dalam mengakases 10 bahan pokok. "Dalam hal ini kita juga menyediakan 6 mobil operasional untuk wilayah Kota Padang yang sudah beroperasi sejak tahun lalu dalam mencukupi kebutuhan masyarakat. Kita sudah jalan ke kelurahan-kelurahan yang jauh dari pasar," katanya.

Pangan murah saat ini difokuskan kepada cabe yang harganya cukup tinggi di pasaran. "Untuk harga cabe, kita jual dengan harga Rp40 ribu, dimana harga di pasar Rp62 ribu. Selain itu, kita juga menyediakan barang pokok lainnya untuk mememnuhi kebutuhan masyarakat, seperti telur, minyak goreng, gula, beras, kacang tanah, petai dan jengkol, bawang merah, dan ayam potong. Dari yang dulunya hanya satu bahan poko, sekarang sudah sepuluh bahan pokok yang kita sediakan," tuturnya.

Untuk saat ini, sudah ada 58 toko tani di Sumbar yang menyediakan bahan pokok untuk masyarakat dengan harga di bawah harga pasar. "Kita bekerjasama dengan stakeholder dan bulog dalam memenuhi dan mengisi kebutuhan ini. Untuk TTIC sendiri akan buka dari Senin s/d Jumat dari pukul 08.00 s/d 14.00 Wib. Dalam kegiatan ini, kita sepenuhnya mendukung program pemerintah," katanya.

Dalam kegiatan itu juga dilakukan penandatanganan pengisian bersama pangan ke TTIC oleh kabupaten/kota di Sumbar dan perusahaan umum lainnya. Untuk kabupaten/kota dilakukan oleh Kota Padang, Kabupaten Solok, Kabupaten Agam, Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Limapuluh kota, Kota Payakumbuh.

Sedangkan untuk perusahaan umum, penandatanganan dilakukan oleh Bulog, CV Harapan Makmur, Badan usaha milik nagari Talang Jaya, PT Incasi Raya, Usaha Nengtesido, Ud Rull dan Emi, Toko Lubuk Buaya PS, dan Usaha Tuna Fish.

Selain penandatanganan, Bank Indonesia wilayah Sumatera Barat juga menyerahkan satu mobil operasional untuk TTIC yang diterima langsung oleh kepala dinas pangan Sumbar.

Kasi Pengadaan UPTD Distribusi, Pasokan, dan Akses Pangan, Donna Gracia Jorie, mengatakan untuk tiga hari kedepan ada ribuan kupon yang disediakan untuk masyarakat yang mau berbelanja bahan pokok.

"Kita nyediakan kupon untuk bawang merah dengan harga Rp5 ribu per kilo. Telor Rp5 ribu per papan, dan beras Rp10 ribu perkarung untuk ukuran 5 kg," katanya.

Untuk bahan pangan lainnya, Dona menjelaskan bahwa semua berada di bawah harga pasar. "Untuk cabe lokal, harga per kilonya berada di harga Rp40 ribu. Bawang putih Rp30 ribu per kilonya. Untuk gula kemasan rose brand seharga Rp12.500 rupiah per kilo dan gula dari bulog seharga Rp11.500 per kilo. Untuk minyak goreng dari PT Incasi seharga Rp10.500 per kilo. Untuk ayam seharga Rp28 ribu per kilo," katanya.

Untuk harga ayam potong, masyarakat bisa membeli dengan harga Rp28 ribu per ekor. Sedangkan untuk harga kacang tanah sebesar Rp21 ribu per kilo. Sementara itu, untuk petai seharga Rp 2500 per papan dan Jengkol Rp500 per butir. (*)

Penulis: Fitria Marlina