Berencana untuk Buka Usaha tapi Bingung Mau Bisnis Apa? Ini Tipsnya

Ilustrasi
Ilustrasi (Net)

KLIKPOSITIF -- Memikirkan ide yang cocok untuk dibuat bisnis memang gampang-gampang susah. Ada yang bilang kalau ide itu suka tiba-tiba datang ketika seseorang sedang ngobrol-ngobrol santai dengan teman bahkan ketika sedang bengong di WC.

Ide yang tepat bisa menghasilkan bisnis yang sukses juga. Namun, banyak yang harus diperhitungkan dalam memilih ide bisnis , karena banyak juga para pebisnis yang awalnya sudah memiliki ide bagus, tetapi ujung-ujungnya gulung tikar hanya karena ide bisnis mereka tidak bisa bertahan di pasaran.

baca juga: IHSG Hari Ini Diprediksi Bergerak Menguat

BACA JUGA:  Ekonomi Global Melemah, Tapi Orang Kaya Baru di Dunia Bertambah

Oleh karena itu, sangatlah penting bagi orang yang ingin memulai bisnis untuk memiliki ide yang tidak hanya “menjual” saat ini saja, namun juga bisa tetap eksis hingga masa-masa yang akan datang. Jadi, sangatlah penting untuk memikirkan dengan matang ide bisnis yang akan dijalani agar bisnis berjalan dengan baik dan langgeng. Berikut 3 tips cara mudah untuk menemukan ide bisnis yang laris di pasaran.

baca juga: Ini 4 Jurus Agar Indonesia Tak Resesi dari Sandiaga Uno dan Kamrussamad

1. Riset Pasar
Bisnis yang baik adalah bisnis yang memiliki potensi pasar yang besar, dimana produk yang ditawarkan sesuai dengan keinginan pasar dengan harapan daya jual menjadi maksimal. Jadi, lihatlah apa saja yang dibutuhkan pasar, karena konsumen menjadi poin penting dalam sebuah bisnis .

Memahami dengan baik apa yang diinginkan dan dibutuhkan oleh para calon konsumen adalah kunci dalam berbisnis. Maka pahamilah dengan detail, seperti target konsumen, apa saja kebutuhan yang mereka, mencari tahu produk-produk terbaik, tingkat persaingan, potensi pasar di masa yang akan datang, dan yang lainnya.

baca juga: Emas Dunia Anjlok Lebih dari 5 Persen

BACA JUGA:  Wajah Baru di Kabinet Jokowi Dorong Penguatan Rupiah

2. Perhatikan Tren yang Sedang Berkembang
Setiap bisnis akan memiliki masa, di mana pada satu titik bisnis tersebut begitu disukai atau bahkan berkembang dengan sangat pesat, begitu pula dengan sebaliknya. Jadi bisa dibilang kalau bisnis sama halnya dengan gaya hidup, sama-sama memiliki tren tersendiri.

baca juga: UMKM Menjerit, Airlangga Beberkan Langkah Penyelamatan Imbas Corona

Es kopi susu dan boba tea adalah contoh tren bisnis yang sedang meroket dalam bidang kuliner di beberapa tahun terakhir. Beberapa tren bisnis ini bisa saja hanya berkembang sesaat, namun sebagian tentu bisa juga berumur panjang dan sangat menjanjikan.

Jadi, perkembangan tren yang diterapkan pada produk bisnis sangat berguna untuk meningkatkan penjualan. Namun, para pelaku bisnis juga harus giat untuk selalu mengikuti tren yang sedang berkembang, jangan hanya terpaku pada tren yang sudah tidak berkembang lagi.

BACA JUGA:  Tahun Depan, UMP dan UMK Naik 8,51 Persen

3. Kombinasikan Tren dengan Kebutuhan Pasar
Setelah tahu apa kebutuhan pasar dan tren yang sedang berkembang, cobalah satukan 2 poin tersebut. Kolaborasi antara kebutuhan pasar yang mengikuti tren bisa jadi formula yang cukup baik untuk merencanakan bisnis yang akan dibangun agar bisnis memiliki potensi pasar yang besar dan tidak habis dimakan zaman.

Setelah sudah mengetahui akan memulai bisnis apa, seorang pebisnis harus memiliki modal yang cukup untuk perkembangan bisnisnya. Nah, ada berbagai macam cara untuk mendapatkan pinjaman modal untuk berbisnis, dan yang sedang marak saat ini adalah mendapatkan modal usaha dengan menggunakan pinjaman uang online.

Salah satu lembaga pinjaman online yang terdaftar di OJK dan memiliki bunga yang kompetitif adalah Kredivo. Hanya membutuhkan smartphone, KTP dan menghubungkan akun internet banking saja, peminjam bisa mendapatkan cicilan tanpa kartu dengan limit hingga Rp30 juta dan tenor 3/6/12.

Setelah proses pendaftaran dan pengajuan kenaikan limit sudah berhasil, peminjam bisa menikmati pinjaman uang tunai yang dibagi menjadi 2 tipe, yaitu pinjaman mini dan jumbo dengan bunga yang sangat bersaing, yaitu hanya 2,95% per bulan. Bila jumlah pinjaman yang dibutuhkan kecil, maka gunakan fitur pinjaman mini dengan minimal jumlah pengajuan pinjaman sebesar 500 ribu dalam tempo 30 hari.

Namun, bila jumlah pinjamannya besar, maka pilih fitur pinjaman jumbo dengan minimal jumlah pengajuan pinjaman sebesar Rp 1 juta dengan opsi tenor 3 bulan atau 6 bulan. Untuk pengguna Premium, limit kredit yang diberikan Kredivo bisa mencapai hingga Rp 30 juta.

Artinya, jumlah pinjaman yang diajukan lewat fitur pinjaman jumbo oleh pengguna Premium juga bisa mencapai hingga 2 digit, maksimal sebesar limit yang tersedia untuk tenor 6 bulan.

Nah, teliti dan cerdiklah sebelum memulai suatu bisnis . Catat semua ide-ide yang datang dan gunakan riset kecil-kecilan dengan menggunakan Google Form dan menyebarkan kuesioner tentang bisnis yang akan dijalani, dan lihat apa bisnis yang terpilih. Selamat mencoba, ya!

Penulis: Eko Fajri