Sri Mulyani: Ekonomi Indonesia Tumbuh Diatas Rata-rata Ekonomi Global

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati (Kemenkeu)

KLIKPOSITIF -- Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia tumbuh diatas rata-rata pertumbuhan ekonomi global. Hal ini disampaikannya dalam acara Konferensi Pers APBN KiTa (Kinerja dan Fakta) di Aula Mezzanine Kementerian Keuangan, Jakarta pada Senin (18/11).

“Secara kumulatif, kalau kita lihat baik dari segi equity maupun bonds, Indonesia adalah dalam posisi outstanding dibandingkan negara-negara emerging lainnya. Inilah yang mendorong neraca pembayaran. Sehingga pertumbuhan Indonesia pada Q-3 (kuartal ketiga) tahun 2019 tumbuh 5,02%,” kata Menkeu.

baca juga: 2020 Kecelakaan Lalulintas di Padang Pariaman Masih Tinggi, Polisi Catat 349 orang Jadi Korban

BACA JUGA:  Kisruh Desa Fiktif, Sri Mulyani: Sudah Nggak Ada

Melihat perkembangan isu global sepanjang tahun 2019, gejolak ekonomi dan geopolitik terus membayangi pertumbuhan ekonomi global dan pertumbuhan volume perdagangan global.

baca juga: 142 Ribu Lebih Napi akan Terima Remisi Kemerdekaan Pada 17 Agustus

Di tengah ketidakpastian global, perkembangan pertumbuhan ekonomi global tumbuh terendah sejak krisis keuangan global 2008 dengan proyeksi memiliki trend turun. Sampai dengan kuartal III tahun 2019, pertumbuhan ekonomi global terus tergerus mencapai rata-rata 3,0%.

Namun sebaliknya, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III tahun 2018 mampu tumbuh di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi global yaitu 5,02%.

baca juga: Diberi Bintang Tanda Jasa, Fahri Hamzah: Saya Akan Terus Mengkritik

BACA JUGA:  Sri Mulyani Sindir Anggaran Pendidikan Tinggi Tapi Hasilnya Tak Memuaskan

Pertumbuhan ekonomi didukung oleh Konsumsi Rumah Tangga (RT) dan Lembaga Non-Profit Rumah Tangga (LNPRT) yang masih tumbuh di atas 5%. Kemudian penerimaan ekspor sudah menunjukkan kinerja positif dengan tumbuh sebesar 0,02%.

baca juga: Syarat Pilkada, Legislator Usul Anggota Parlemen Tidak Perlu Mundur

Selain itu, sektor jasa terkait ekonomi digital tumbuh kuat seperti transportasi dan pergudangan, informasi dan komunikasi, serta jasa keuangan. Hal ini sejalan dengan tingginya aktivitas belanja online dan perkembangan financial technology (fintech).

BACA JUGA:  Industri Kecil Menengah Harus Masuk Pasar Global

“Yang paling penting pesannya adalah dengan adanya tantangan ekonomi yang terjadi yang bersumber dari global namun terimbas ke dalam negeri, masih ada elemen-elemen perekonomian di dalam negeri yang memiliki ketahanan bahkan menunjukan positive trend terutama pada bulan Oktober (2019) ini,” pungkas Menkeu. (*)

Penulis: Eko Fajri