Selama Layanan Kas di Daerah 3T, BI Sumbar Tarik Rp3 Miliar Uang Lusuh

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumbar Wahyu Purnama A (tengah)
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumbar Wahyu Purnama A (tengah) (Ist)

PADANG, KLIKPOSITIF -Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumbar Wahyu Purnama A mengatakan, hasil dari kegiatan pelayanan kas dan edukasi di daerah kepulauan terluar, terdepan, dan terpecil (3T) selama 7 hari, pihaknya memperoleh Rp3 miliar lebih uang lusuh dari masyarakat. Diketahui, Perwakilan Bank Indonesia memberangkatkan tim menggunakan KRI Kurau milik TNI AL pada Jumat (15/2/2020) lalu.

"Alhamdulillah kondisi seluruh kasir dari Bank Indonesia yang telah berlayar kembali dalam selamat di Padang. Ternyata banyak uang lusuh yang kita peroleh dari masyarakat, jumlahnya mencapai angka Rp3 miliar lebih. Itu laporan yang saya terima," katanya di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sumbar, Selasa (10/3/2020).

baca juga: BI: Stabilitas Keuangan Daerah pada Triwulan II 2020 di Sumbar Tetap Terjaga

Menurutnya, uang lusuh itu tidak layak lagi untuk digunakan, karena berpotensi ada kuman. Sekarang pihaknya telah menarik uang itu, dan menggantinya dengan uang yang baru.

"Dalam kegiatan ekspedisi itu, kita membawa uang sebanyak Rp4,5 miliar, sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang berada di di daerah terluar, yakni di Kebupaten Kepulauan Mentawai, Provinsi Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Provinsi Aceh," ujarnya.

baca juga: Revisi RUU Bank Indonesia, Pengamat: Masuknya Kepentingan Politik Pernah Ada Saat Dewan Moneter Terbentuk 1953

Wahyu menambahkan, kegiatan ekspedisi ke daerah kepulauan terluar tersebut perlu dilakukan satu kali dalam setahun. Sehingga bisa mengantisipasi peredaran uang lusuh, yang terindikasi banyak kuman.

Selain mendatangi daerah kepulauan terluar, untuk daerah daratan telah dilakukan oleh mobil kas keliling. Seperti daerah terluar di Kabupaten Pesisir Selatan, Pasaman Barat, Pasaman, Solok Selatan, dan beberapa daerah lainnya.

baca juga: Dijual Online, Uang Pecahan Rp75Ribu Dibanderol Jutaan

"Dengan adanya layanan kas ke kepulauan terluar itu, dapat mendorong dan memperlancar perekonomian masyarakat. Karena yang namanya pulau terluar, keberadaannya selama ini sulit di jangkau," kata Wahyu lagi.

Selama menjalankan ekspedisi ini, kegiatan Bank Indonesia tidak hanya memberikan layanan kas keliling, tetapi juga melakukan edukasi kepada masyarakat. Selain itu Bank Indonesia juga melakukan kegiatan di bidang sosial.

baca juga: Jangan Tertipu! Ini Ciri-Ciri Uang Baru Rp 75 Ribu yang Asli

"Kita turut melakukan edukasi serta memberikan bantuan sosial. Hal ini memang sudah seharusnya memberikan bantuan, karena pulau terluar itu daerah yang sulit di jangkau," tuturnya.(*)

Editor: Muhammad Haikal