Dampak COVID-19, BI Catat Cadangan Devisa Indonesia Turun Jadi Rp1.985 Triliun

Ilustrasi
Ilustrasi (Net)

KLIKPOSITIF - Bank Indonesia ( BI ) mencatat cadangan devisa (cadev) pada akhir Maret 2020 sebesar 121 miliar dolar AS atau setara Rp 1.985 triliun (1 dolar AS = Rp 16.410). Posisi cadev itu, turun dibanding Februari 130,4 miliar dolar AS.

Seperti dilansir dari keterangan tertulis BI , Penurunan cadangan devisa pada Maret 2020 antara lain dipengaruhi oleh pembayaran utang luar negeri pemerintah.

baca juga: Turun Tipis Jelang Akhir Pekan, Emas Batangan Dijual Rp 926 Ribu Per Gram

Kemudian, keperluan stabilisasi nilai tukar Rupiah di tengah kondisi luar biasa karena kepanikan di pasar keuangan global dipicu pandemi Covid-19 secara cepat dan meluas ke seluruh dunia.

Kepanikan pasar keuangan global dimaksud telah mendorong aliran modal keluar Indonesia dan meningkatkan tekanan Rupiah khususnya pada minggu kedua dan ketiga Maret 2020.

baca juga: Nilai Ekspor Melejit, BPS: Meningkat 47,64 Persen dari Tahun Lalu

Dengan langkah stabilisasi dan penguatan bauran kebijakan Bank Indonesia , berkoordinasi erat dengan Pemerintah dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), kondisi pasar berangsur-angsur pulih dan mekanisme pasar kembali berjalan sejak minggu terakhir Maret 2020.

Bank Indonesia memandang bahwa tingkat nilai tukar Rupiah dewasa ini relatif memadai dan secara fundamental undervalued, dan diperkirakan akan bergerak stabil dan cenderung menguat ke arah Rp 15.000 per dolar AS di akhir tahun 2020.

baca juga: Terus Menguat, Emas Dunia Capai Harga Tertinggi

Adapun, posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 7,2 bulan impor atau 7,0 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

Bank Indonesia menilai bahwa cadangan devisa saat ini lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah serta kebutuhan untuk stabilisasi nilai tukar Rupiah.

baca juga: Masuki Akhir Pekan, IHSG Terus Menguat

Editor: Eko Fajri