Harga Bawang Merah Naik Di Pariaman

ilustrasi
ilustrasi (net)

PARIAMAN , KLIKPOSITIF - Semenjak awal Mei 2020, harga bawang merah di pasar Pariaman terpantau naik hingga mencapai Rp 60 ribu per kilogram, Selasa 12 Mei 2020.

Salah satu pedagang yang KLIKPOSITIF temui di Pasar Pariaman bernama Suharni (41) mengatakan, sebelumnya harga bawang merah per kilo berkisar 45 hingga 48 ribu rupiah. "Iya, semenjak awal bulan ini (Mei) harga naik hingga mencapai 60 ribu rupiah per kilogram. Sebelumnya paling mahal seharga 48 ribu rupiah per kilo," sebut Suharni di kedai miliknya, Selasa 12 Mei 2020.

baca juga: Bicara Tentang "Penyakit" Korupsi, Ini Kata Menkeu

Lebih lanjut dikatakannya, kenaikan harga tidak hanya untuk bawang saja melainkan juga bahan sembako lainnya. "Namun harga sembako lainnya, selain bawang , kenaikan harga tidak terlalu tinggi. Kalau bawang iya, terasa naiknya," sebut pedagang itu.

Menyoal tentang kenaikan harga tersebut, Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM Kota Pariaman Gusniyetti Zaunit menjawab, kenaikan dipicu lantaran pasokan menipis.

baca juga: Tak Banyak Berubah, Emas Batangan Dijual Rp 933 Ribu Per Gram

"Banyak di pasar ini, bawang dipasok dari daerah Jawa. Nah untuk sekarang, setelah kami tinjau ternyata pasokan menipis. Hal itu membuat harga naik mencapai Rp 60 ribu per kilogram," ungkap Gusniyeti.

Lebih lanjut, Kadis itu mengulas, untuk pasokan dari daerah sendiri memang ada namun stok sangat terbatas. Makanya stok dipenuhi dari luar daerah seperti Jawa.

baca juga: Produk Halal Jadi Keunggulan Kompetitif UMKM Indonesia di Pasar Internasional

"Ini sangat jauh berbeda perbandingannya dengan tahun sebelumnya, dimana pada hari seperti ini harga bawang cuma berkisar Rp30 ribu per kilogram," jelasnya.

Untuk saat ini, kata Gusniyeti lagi, pihaknya masih melakukan pantauan harga pasar . Jika diperlukan pihaknya akan melakukan operasi pasar untuk menstabilkan harga sembako.

baca juga: Investor Tak Lagi Khawatir Covid-19 Varian Omnicron, Harga Minyak Dunia Terus Menguat

"Ini tentu tidak boleh merepotkan warga, apalagi di tegah pandemi. Jika perlu kita akan lakukan operasi pasar secepatnya," sebut Gusniyeti.

Penulis: Rehasa | Editor: Ramadhani