Potensi Temuan Vaksin dan Pelonggaran Aturan Berpotensi Dorong Nilai Tukar Rupiah

KLIKPOSITIF - Pergerakan nilai tukar rupiah pada Selasa,26 Mei diprediksi bakal menguat atas dolar AS. Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra menilai pelonggaran lockdown dan kabar kemajuan penemuan vaksin masih menjadi penggerak penguatan aset-aset berisiko di pasar keuangan .

Sentimen ini, jelasnya, menutupi kekhawatiran pasar terhadap penyebaran wabah yang masih meningkat dan ketegangan baru AS dan China.

baca juga: Jual Beli Senin, Emas Dibanderol Rp938 Ribu Per Gram

" Rupiah berpotensi turut menguat dengan sentimen positif tersebut. Dengan potensi ke area support Rp 14.600 dan resisten di kisaran Rp 14.800," kata Ariston dalam riset hariannya, Selasa (26/5/2020).

Sehingga, membuat nilai tukar negara berkembang seperti rupiah terlihat menguat pagi ini terhadap dolar AS.

baca juga: Senin Pagi, Rupiah Bergerak Menguat Atas Dolar

Ariston melanjutkan, Jepang juga dikabarkan mencabut status darurat corona. Singapura akan melakukan pelonggaran lockdown tahap 2. Inggris melanjutkan rencana pembukaan lockdown yang akan dijalankan di bulan Juni.

Ada kabar gembira dari perusahaan Bioteknologi AS Novavax mengumumkan kemajuan penemuan vaksin yang saat ini sedang melakukan uji klinis terhadap manusia.

baca juga: Transaksi Akhir Pekan, Emas Batangan Turun Harga

Namun di sisi lain, penyebaran wabah yang masih meningkat tetap masih menjadi kekhawatiran pasar karena vaksin belum ditemukan.

Berdasarkan data Bloomberg pergerakan rupiah pada Rabu pekan kemarin (20/5/2020) berada di level Rp 14.710 per dolar AS.

baca juga: Rupiah Berpotensi Melemah Akibat Kasus Corona Terus Meningkat

Level itu menguat bila dibanding pergerakan Selasa pekan sebelumnya yang berada di level Rp 14.770 per dolar AS.

Editor: Ramadhani