Inflasi Sumbar pada Mei 0,63 Persen, BI: Terutama Berasal dari Kelompok Transportasi

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumbar Wahyu Purnama A
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumbar Wahyu Purnama A (Ist)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sumatera Barat (Sumbar) Wahyu Purnama A mengatakan, selama periode Ramadan atau Mei 2020 Sumbar tercatat mengalami inflasi . Inflasi tersebut, terutama berasal dari inflasi kelompok transportasi.

Diketahui, laju inflasi inflasi Sumbar selama Mei sebesar 0,63% (mtm), atau meningkat dibandingkan realisasi April 2020 yang mengalami deflasi sebesar -0,41% (mtm). Laju inflasi pada Mei 2020 tersebut tercatat berada di atas realisasi inflasi nasional sebesar 0,07% (mtm) dan realisasi inflasi Kawasan Sumatera sebesar 0,29% (mtm).

baca juga: Ekonomi RI Diklaim Sudah Lewati Masa Kritis

Andil kelompok transportasi dalam inflasi sebesar 0,48% (month to month/mtm), yang didorong oleh peningkatan tarif angkutan udara dan angkutan antar kota dengan andil inflasi masing-masing sebesar 0,42% (mtm) dan 0,06% (mtm). Peningkatan tarif angkutan udara dan angkutan antar kota sesuai dengan pola historis yang cenderung mengalami kenaikan pada musim mudik lebaran.

"Pada musim lebaran 3 tahun terakhir kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan tercatat menyumbang inflasi dengan andil sebesar 0,79% (mtm) pada Juni 2017; 0,89% (mtm) pada Juni 2018; dan 0,50% (mtm) pada Mei 2019," katanya melalui keterangan tertulis yang diterima KLIKPOSITIF , Rabu (3/6/2020).

baca juga: PALAPA: Menuju Sinergi dan Integrasi

Wahyu menambahkan, peningkatan tarif angkutan udara juga didorong oleh kenaikan tarif batas atas angkutan udara hingga dua kali lipat di beberapa wilayah menyusul dampak Pandemi COVID-19, menyebabkan penurunan kapasitas penumpang angkutan udara hingga 50%.

"Sementara itu, kelompok lain yang turut menyumbang inflasi adalah kelompok makanan, minuman dan tembakau mengalami inflasi dengan andil 0,14% (mtm) didorong oleh peningkatan harga berbagai komoditas bahan makanan antara lain bawang merah dan daging ayam ras dengan andil inflasi masing-masing sebesar 0,25% (mtm); 0,06% (mtm)," ujarnya.

baca juga: Sandiaga Uno Akan Kembali Berkampanye di Beberapa Daerah di Sumbar

Wahyu melanjutkan, peningkatan harga bawang merah disebabkan oleh menipisnya pasokan di pasar akibat curah hujan yang berdampak terhadap produktivitas hasil panen. Daging ayam ras mengalami peningkatan harga disebabkan oleh kenaikan permintaan pada musim lebaran dan idul fitri.

Sementara itu, beberapa komoditas penyumbang deflasi di kelompok makanan, minuman dan tembakau antara lain cabai merah, bawang putih, ikan tongkol/ambu-ambu, cabai hijau dan telur ayam ras dengan andil deflasi masing-masing sebesar -0,21% (mtm), -0,04% (mtm), -0,03% (mtm), -0,03% (mtm) dan 0,03% (mtm).

baca juga: Terduga Teroris Abu Singgalang Ditangkap Densus 88 di Sumbar

"Penurunan harga cabai merah disebabkan oleh melimpahnya pasokan di pasar sehubungan dengan panen raya yang masih berlangsung di Sumbar," ujarnya lagi.

"Bawang putih mengalami penurunan harga didorong oleh kecukupan pasokan di pasar setelah adanya relaksasi impor bawang putih oleh pemerintah. Sementara itu penurunan harga ikan tongkol/ikan ambu-ambu, cabai hijau dan telur ayam ras didorong oleh pasokan yang berlimpah di masyarakat," pungkasnya kemudian.

Editor: Muhammad Haikal