159 Saham Menghijau, IHSG Meroket

Ilustrasi
Ilustrasi (Net)

KLIKPOSITIF - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pada perdagangan Selasa (7/7/2020) dibuka melesat menembus level 5.000.

Mengutip data perdagangan RTI, IHSG meroket naik 21 poin atau 0,42 persen menuju level 5.010.

baca juga: Masih Stabil, Emas Dijual Rp1 Juta Lebih Per Gram

Begitu juga dengan indeks LQ45 yang ikutan menghijau dengan naik tipis 1,6 poin atau 0,22 persen menuju level 776,973.

Terpantau, sebanyak 159 saham menguat 24 saham turun dan 99 saham belum ditransaksikan.

baca juga: Akibat Pandemi, Deflasi Juli Capai 0,10 Persen

Analis pasar modal dari MNC Sekuritas Edwin Sebayang mengatakan, cukup banyaknya sentimen positif yang "berseliweran" di market saat ini membuat IHSG hari ini diperkirakan akan kembali melanjutkan penguatannya, bahkan akan kembali menembus level 5.000.

Sentimen tersebut dimulai dari cukup tajamnya kenaikan indeks Dow Jones sebesar 1,78 persen dan dikombinasikan dengan penguatan EIDO sebesar 1,95 persen serta perkiraan penurunan kembali 7DRR oleh Bank Indonesia (BI).

baca juga: Harga Minyak Dunia Alami Penguatan

Lebih lanjut, sentimen positif juga datang dari naiknya harga komoditas seperti minyak, batubara, emas, nikel dan timah yang juga berpotensi menjadi katalis pendorong naik untuk saham-saham di bawah komoditas tersebut di dalam perdagangan Selasa ini.

"Cukup banyak sentimen positif penggerak IHSG untuk menguat dalam perdagangan Selasa ini," kata Edwin dalam analisanya, Selasa (7/7/2020).

baca juga: Tarif Langganan Netflix Meningkat

Di tengah secara valuasi banyak saham sangat menarik untuk dibeli, dirinya merekomendasikan sangat selektif jika investor ingin melakukan BUY atau Swing Trade maka dapat fokus atas saham dari sektor Pakan Ayam, Coal, Telekomunikasi, Konstruksi, Logam Nikel, Infrastruktur, CPO dan Bank dalam perdagangan Selasa ini.

" IHSG kami perkirakan bergerak pada 4,940 - 5,023 adapun saham-saham yang kami rekomendasikan hari ini adalah CPIN PTBA ISAT PTPP INCO TOWR JPFA EXCL LSIP BBNI," pungkasnya.

Editor: Eko Fajri