Pengamat: Akan Ada Perubahan Cara Pandang Konsumen Berbelanja Akibat COVID-19

UMKM
UMKM (Net)

PADANG, KLIKPOSITIF - Pengamat ekonomi dari Universitas Andalas, Werry Darta Taifur mengatakan, akan ada perubahan pemikiran dan cara pandang konsumen dalam berbelanja karena COVID-19.

"Dalam pengembangannya, saya berprinsip pembinaan kepada UMKM harus mengubah orientasi selain menyiapkan modal dan lainnya. Alasannya karena kegiatan ekonomi itu ada dua, yakni ada produsen dan konsumen. Saya yakin dengan kondisi sekarang ini, konsumen semakin aware atau sadar, apalagi pendapatan semakin baik maka biasanya kesadaran tinggi. Kemudian konsumen yang memiliki pendapatan yang lebih tinggi, juga akan punya pemilihan yang lebih luas, sementara yang akan membeli ini mereka yang banyak duit," katanya di DPRD Sumbar.

baca juga: Pemko Padang Kekurangan Anggaran untuk BLT Kedua

Ia mengatakan konsumen saat ini setelah masa new normal sadar. "Mereka tahu resiko, tahu bahaya yang akan menghadang, maka mereka berprinsip, mereka mengamankan diri, mengamankan keluarga saat akan berbelanja. Apa alasan mereka akan berbelanja di tempat yang aman? tentunya untuk menjaga kesehatan mereka. Dimana tempat yang aman itu? Tentunya ditempat yang ada pengamananannya. Apa pengamanannya? Tentunya ada standar COVID-19 yang harus dilakukan, seperti menyediakan tempat mencuci tangan, karyawan memakai masker, dll," jelasnya.

Ia mengatakan konsumen akan mempertimbangkan apakah ada tidak cuci tangan atau tidak. "Orang akan menilai itu. Selain itu, mereka harus menyiapkan hal ini sesuai yang diinginkan konsumen ini. Dalam pengambilan makanan pakai sarung tangan dan cara menyiapkan hal lainnya. Misalnya penjual lontong akan menyiapkan tempat cuci tangan, maka ia akan menjadi penjual lontong yang berbeda dari yang tidak menyediakan alat pencuci tangan," tuturnya.

baca juga: Upaya Iran Tutupi Angka Kematian Kasus Corona Terungkap

Tantangan menghadapi perubahan pemikiran konsumen ini yang bisa dibaca oleh produsen, namun tidak semua pihak mampu membaca ini. "Nah disinilah peran pemerintah dalam mendorong hal ini, jadi pemerintah juga harus memikirkan ini kedepanya, tidak hanya menyediakan dana, namun juga hal lainnya. Gerakan itu yang masih belum ada, itu yang mengkhawatirkan, akhirnya orang yang akan melakukan kegiatan yang tanpa memakai protokol kesehatan. Paling tidak kasih stempel atau stiker di rumah makan yang menerapkan protokol kesehatan covid-19," tuturnya. (*)

Editor: Fitria Marlina