Resesi Ekonomi Nasional Tidak Mengganggu Sumbar

Pedagang makanan di Maninjau, Kabupaten Agam, Sumatera Barat
Pedagang makanan di Maninjau, Kabupaten Agam, Sumatera Barat (KLIKPOSITIF/Joni Abdul Kasir)

PADANG, KLIKPOSITIF - Sekretaris Komisi II DPRD Sumbar, Nurkhalis Dt. Bijo Dirajo menuturkan, meski ekonomi nasional lesu akibat pandemi COVID-19 dan terjadinya resesi (berkurangnya produksi, melemahnya pendapatan) ekonomi. Hal tersebut, tidak terlalu berimbas ke Sumbar.

"Soal resesi ekonomi , tidak terlalu berdampak ke Sumbar, karena tidak terlalu banyak sektor industri, terutama pabrik. Selama ini Sumbar mengandalkan 23 persen di sektor pertanian. Jumlah ini cukup besar dan membuat ekonomi cepat pulih," ujarnya, Rabu, 29 Juli 2020.

baca juga: Masih Stabil, Emas Dijual Rp1 Juta Lebih Per Gram

Meskipun begitu, Nurkhalis tetap mengingatkan agar pemerintah mempercepat realisasi belanja APBD, mengingat perputaran uang selama ini di daerah juga sangat bergantung kepada belanja pemerintah.

"Program recovery ekonomi mesti secepat mungkin. Wisata, produksi mesti ditingkatkan," jelas dia.

baca juga: Akibat Pandemi, Deflasi Juli Capai 0,10 Persen

Nurkhalis juga mengingatkan, pemerintah daerah juga perlu mengembangkan industri kreatif, yang saat ini terbukti tidak terlalu terdampak saat pandemi COVID-19 terjadi.

"Selama ini pembinaan itu memang belum tergarap optimal, karena secara dukungan anggaran sejak awal masih kurang. Namun begitu, hal ini belum terlambat," kata dia.

baca juga: Harga Minyak Dunia Alami Penguatan

Masih terkait belanja pemerintah, Nurkhalis mengingatkan Gubernur tidak terlalu banyak mengalihkan anggaran Pokir dewan yang diperuntukkan ke sektor produktif penguatan ekonomi masyarakat.

Selama ini dari dana Pokir, ada sekitar Rp5 miliar yang disalurkan per dewan di DPRD Sumbar. Dia menilai anggaran tersebut juga sangat mendesak dan dibutuhkan masyarakat, karena bisa untuk perbaikan ekonomi .

baca juga: Tarif Langganan Netflix Meningkat

Saat pergeseran anggaran tahap I dan II kemarin, terang Nurkhalis hampir 80 dana Pokir digeser untuk penanganan Pandemi. Dia sendiri banyak membagikan Pokir di Dinas Pangan, untuk program KLPL berupa bantuan modal dalam bentuk ternak ke masyarakat.

"Yang dibantu adalah kelompok wanita tani di Nagari di Payakumbuh dan Limapuluh Kota, senilai Rp1,5 miliar. Ada juga dalam bentuk penyambungan listrik baru ke keluarga sederhana senilai Rp150 juta," jelasnya.

Editor: Joni Abdul Kasir