Tetap Buka di Tengah Pandemi, Dayamart Terapkan Protokol Kesehatan Ketat

Dayamart
Dayamart (Ist)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Berbagai upaya dilakukan banyak usaha ritel untuk mengantisipasi penyebaran COVID-19. Seperti yang dilakukan Dayamart, salah satu usaha ritel yang bernaung di bawah PT. Dompet Dhuafa Niaga. Di tengah pandemi COVID-19, Dayamart menerapkan protokol kesehatan yang ketat baik di kalangan internal maupun untuk eksternalnya.

"Kami membuat aturan yang ketat kepada karyawan, selama mereka bertugas wajib memakai masker, pakai sarung tangan dan sering mencuci tangan, memberikan vitamin untuk karyawan, jika ada karyawan kami yang kurang sehat langsung diperiksa ke klinik atau fasilitas kesehatan terdekat," kata Direktur Dayamart, Musfi Yendra di Padang, Senin, 10 Agustus 2020.

baca juga: Usai Turun ke Level Terendah, Harga Emas Dunia Mulai Bangkit

Tak hanya untuk karyawan, bagi pelanggannya, Dayamart mengingatkan untuk memakai masker sebelum masuk ke dalam toko, menyediakan tempat cuci tangan, menjaga jarak antri saat pembayaran, dan membatasi maksimal pelanggan di area belanja hanya maksimal 20 orang.

Dayamart pertama kali didirikan di Padang pada 2016. Di Sumbar Dayamart memiliki sebanyak 4 outlet, dan di Jakarta tiga outlet.

baca juga: Harga Emas Turun Lagi, Dekati Rp1 Juta Per Gram

Terkait perkembangan bisnis di masa pandemi, Musfi Yendra mengungkapkan, animo pengunjung (customer count) dari April hingga Juni mengalami penurunan, sekitar 15 persen dari sebelumnya. Namun bulan Juli sudah mulai kembali naik. Sehingga juga berdampak kepada omzet toko.

Untuk memperluas jangkauannya terhadap pelanggan di masa pandemi, Dayamart melakukan berbagai inovasi, di antaranya layanan belanja online, antar langsung ke alamat dengan sistem COD dan juga promo barang. Beberapa produk tertentu dijual dengan harga modal.

baca juga: Masalah Pada Pompa Bahan Bakar, Mazda Recall Puluhan Ribu Mobil

"Inovasi lain adalah kami mengevaluasi semua konten barang dalam toko, memprioritaskan pengadaan barang fastmoving (laku) karena pergeseran belanja konsumen yang lebih mengutamakan kebutuhan pokok," kata Musfi.

Tak berbeda dengan usaha lainnya, di masa pandemi COVID-19 Dayamart menghadapi kendala cukup besar dalam suplai barang ke toko dari supplier/distributor sering terlambat.

baca juga: Sertifikat Halal, Sri Mulyani Minta Jangan Bebani Industri

"Jumlah pengiriman yang kurang dari total pengorderan, sistem pembayaran sebelumnya yang bisa term of payment (TOP) berubah menjadi cash, proses return barang yang lambat, harga modal barang yang mengalami kenaikan," ungkapnya.

Karena itu, ia berharap kepada mitra/ supplier untuk bisa bekerjasama dengan baik dalam hal suplai barang, harga dan sistem pembayaran.

"Kami juga berharap pada pemerintah untuk melakukan pengawasan terhadap usaha ritel, agar bisa tetap eksis memberikan pelayanan kebutuhan masyarakat. Kemudian, setiap pelanggan agar tetap memperhatikan protocol COVID-19 yang telah ditetapkan pemerintah saat berbelanja ke toko," ingatnya.

Editor: Khadijah