Pembatasan Penumpang Saat Pandemi COVID-19, Organda Ancang Naikan Tarif Angkutan

Ketua DPD Organda Provinsi Sumbar, S. Budi Syukur
Ketua DPD Organda Provinsi Sumbar, S. Budi Syukur (KLIKPOSITIF/Joni Abdul Kasir)

PADANG, KLIKPOSITIF - DPD Organisasi Angkutan Darat (Organda) Provinsi Sumbar mulai ancang-ancang menaikan tarif angkutan umum , akibat dampak dari pandemi COVID-19 saat ini.

Ketua DPD Organda Provinsi Sumbar, S. Budi Syukur mengatakan, rencana kenaikan tarif karena adanya pembatasan penumpang pada angkutan umum sebagai upaya pelaksanaan protokol kesehatan pencegahan penyebaran COVID-19.

baca juga: Terus Melonjak, Angka Positif Corona di Indonesia Sudah 385.980 Kasus

"Kondisi ini akan berdampak kenaikan tarif. Karena terjadinya pembatasan penumpang yang naik angkutan. Masyarakat dan pemerintah harus memahami kondisi ini. Jika tidak, akan menimbulkan kerugian yang besar bagi usaha transportasi," terang Budi Syukur , Rabu, 23 September 2020.

Kapan rencana kenaikan tarif ini? Budi Syukur mengatakan, akan dilaksanakan dalam waktu dekat. Namun, pihaknya perlu melihat beberapa waktu ke depan di lapangan.

baca juga: Inggris Uji Coba Tes Air Liur Untuk Deteksi Virus COVID-19

"Kita tinjau dulu di lapangan. Penumpang 100 persen, kita turunkan menjadi 70 persen hingga 50 persen akibat pembatasan untuk menjaga jarak. Ini akan berpengaruh kenaikan tarif hingga 30 persen nanti. Selain itu kita lihat dulu Perda Adaptasi Kebiasaan Baru ini," ujarnya.

Budi Syukur menambahkan, kenaikan tarif sebesar 30 persen nantinya, untuk bus kelas eksekutif. Sementara, untuk kenaikan tarif ekonomi perlu adanya kesepakatan dengan pemerintah.

baca juga: Rencana Vaksinasi COVID-19 pada Minggu kedua November Terancam Molor

"Kalau tarif eksekutif, kita yang mengatur. Kalau tarif ekonomi ada kesepakatan dengan pemerintah. Kita bicarakan dengan Dinas Perhubungan nantinya, supaya ada beberapa persetujuan," tukasnya. (*)

Editor: Joni Abdul Kasir