Pandemi COVID-19, Pemprov Sumbar Fokus Fasilitasi Investasi Telah Berjalan

Ilustrasi
Ilustrasi (Istimewa)

PADANG, KLIKPOSITIF - Pandemi COVID-19 jelas berdampak kepada investasi di Sumatera Barat. Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sumbar mengakui hal itu.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sumbar Maswar Dedi mengatakan, saat ini pihaknya fokus memfasilitasi investasi yang telah berjalan seperti pembangunan hotel dibeberapa daerah di provinsi itu.

baca juga: Jelang Akhir Pekan Harga Emas Batangan Turun Lagi

"Selain hotel juga ada investasi energi baru terbarukan yang telah berjalan kami bantu memfasilitasi soal pengadaan tanah dan lainnya," ungkapnya saat dihubungi KLIKPOSITIF , Rabu, 23 September 2020.

Dedi mengatakan, investasi yang telah berjalan ini diperkirakan sebesar Rp500 miliar pada sektor pariwisata dan energi baru terbarukan.

baca juga: Harga Emas Batangan Turun Lagi, Tapi Masih Kokoh di Atas Rp1 Juta

"Ada pembangunan hotel di Bukittinggi, kemudian PLTMH di beberapa titik termasuk di Pesisir Selatan," jelasnya.

Dia mengakui ada beberapa investasi yang agak lambat bergerak karena COVID-19. Seperti pemanfaatan limbah jagung oleh investor Singapura.

baca juga: Stagnan Sejak Awal Pekan, Harga Emas Batangan Kembali Meningkat

"Singapura Lockdown sehingga ada kendala pada pembangunan pengolahan limbah jagung di Bypass Padang. Begitu juga dengan pengolahan limbah sampah di Payakumbuh," terangnya.

Dedi menyebutkan jika tidak ada pandemi ini, maka akan banyak masuk investor untuk mengelola potensi energi panas bumi di Sumbar.

baca juga: Transaksi Selasa, Emas Batangan Masih Stabil di Atas Rp 1 Juta

"Kita punya banyak potensi panas bumi yang bisa dikembangkan. Namun kondisi saat ini membuat kita harus bersabar dari investasi ," tukasnya. (*)

Editor: Joni Abdul Kasir