Kapan Keluarga Muda Harus Mulai Menabung Dana Pendidikan Anak?

Ilustrasi
Ilustrasi (Net)

KLIKPOSITIF - Pernikahan bukan sekedar mengukuhkan hubungan asmara semata, tapi ada tujuan yang lebih besar di dalamnya, yaitu melahirkan generasi penerus bangsa yang unggul, salah satunya melalui pendidikan . Tentu, untuk pendidikan terbaik, orangtua harus menyiapkan dana pendidikan anak sejak awal agar tidak tergopoh-gopoh saat anak masuk sekolah .

Financial Trainer QM Financial, Fransisca Emi, mengatakan bahwa dana pendidikan seharusnya sudah disiapkan saat anak masih di dalam kandungan. Selain mempersiapkan biaya melahirkan, dana pendidikan anak juga sudah mulai dihitung dan dirumuskan.

baca juga: Internet Gratis Tunjang Pelajar Jalani PJJ

"Idealnya dana pendidikan itu dipersiapkan sejak waktu masih masa kehamilan. Ada dua dana yang harus dipersiapkan saat melahirkan anak , yaitu biaya persalinan dan biaya pendidikan , itu disiapkan secara paralel (bersamaan)," ujar Fransisca dalam acara Squad Online, Selasa (23/9/2020).

Dengan begitu, para orangtua seharusnya berpikir bahwa menambah momongan bukanlah keputusan sepele. Ada tanggung jawab besar di belakangnya, yaitu kemampuan mengasuh, memenuhi kebutuhan, hingga bertanggung jawab mendidik.

baca juga: Di Rumah Aja Bikin Anak Rawan Obesitas, Ini Cara Mencegahnya

"Menghitung dana pendidikan anak itu adalah cara yang paling efektif, karena jadi mikir banget kalau mau tambah anak ," terang Fransisca.

Sedangkan bagi pasangan muda, mereka cenderung membutuhkan biaya yang lebih banyak karena selain mempersiapkan kebutuhan sehari-hari anak , tapi juga ada kebutuhan membeli hunian, dan sebagainya.

baca juga: Terekam CCTV Bocah Diculik saat Main di Teras Rumah, Dimasukkan Karung

"Karena biasanya keluarga muda, kebutuhan keuangannya itu banyak, ada tunjangan keseharian yang juga penting, dana darurat, dana DP rumah, dana pembelian kendaraan, atau dana liburan, dalam keadaan normal memasukkan dana kebutuhan liburan," jelas Fransisca.

Sedangkan dana darurat juga harus dipikirkan, karena untuk menjaga apabila tidak memiliki pemasukan akibat pemutusan hubungan kerja (PHK), hingga tidak bisa bekerja karena sakit, dana ini bisa membantu menghidupi kebutuhan sehari-hari.

baca juga: JPPI Kritik 1 Tahun Jokowi: Merdeka Belajar Produk Kebijakan Gagal

"Banyak sekali keinginan yang ingin dicapai, bisa disiapkan dananya," tutup Fransisca.

Editor: Eko Fajri